Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiFilipi 4:21 Tafsiran ayat Alkitab
Filipi 4:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Sampaikanlah salamku kepada tiap-tiap orang suci di dalam Kristus Yesus. Dan salam kepadamu daripada saudara-saudara yang beserta dengan aku.
Filipi 4:21 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Filipi 4:21 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Galatia 1:2 (IDN) »
serta dengan segala saudara yang ada besertaku, kepada segala sidang jemaat di Galatia,

Roma 16:21 (IDN) »
Salam Timotius, kawan di dalam pekerjaanku, kepada kamu, dan salam keluargaku Lukius dan Yason dan Sosipater.

1 Korintus 1:2 (IDN) »
kepada sidang jemaat Allah yang di negeri Korintus, yaitu kepada segala orang yang dikuduskan di dalam Kristus Yesus, dan yang dipanggil menjadi orang suci, dengan sekalian orang yang menyeru nama Tuhan kita Yesus Kristus di segala tempat, yaitu tempat mereka itu dan kita;
Filipi 4:21 — Salam untuk semua orang kudus di dalam Kristus
Inti interpretatif ayat ini menegaskan hubungan persaudaraan Kristen yang nyata dan inklusif: salam dari Rasul Paulus kepada semua orang kudus di dalam Kristus Yesus, disertai salam dari para saudara yang menyertai beliau. Pesan ini menegaskan persatuan gereja lokal dengan jemaat-jemaat lain dalam satu keluarga rohani melalui Kristus.
Konteks sastra
Surat kepada jemaat Filipi ditulis oleh Rasul Paulus saat ia menjalin hubungan erat dengan komunitas itu. Ayat ini berada pada bagian penutup surat, di mana Paulus menegaskan salam-salam dari dirinya dan rekan-rekan seiman. Secara gaya, salam-salam personal menegaskan kehangatan hubungan gereja—bukan sekadar formalitas budaya, melainkan ungkapan persekutuan yang hidup dalam tubuh Kristus.
Makna teologis
Ayat ini menyorot identitas “orang suci” bukan karena prestasi manusia, melainkan karena telah dipersatukan dengan Kristus. Salam dari dalam Kristus menegaskan bahwa keikutsertaan kita dalam iman menciptakan ikatan yang melampaui batas geografis maupun latar belakang. Selain itu, salam dari “saudara-saudara yang beserta dengan aku” menegaskan adanya komunitas gereja yang saling mendukung—sebuah tanda nyata dari kehidupan yang dipulihkan dalam kasih karunia.
Kaitan dengan sumber-sumber kuno
Para penafsir publik domain menekankan dimensi persekutuan gereja dalam salam-salam Paulus. Meskipun tidak mengutip teks panjang, pandangan seperti yang disarankan Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa salam bukan sekadar salam budaya, melainkan penegasan persatuan rohani dan kasih praktis di antara orang percaya. Mereka menekankan keramahan rohani sebagai ciri khas jemaat yang hidup dalam karunia Kristus.
Cross-references yang relevan
Penjelasan singkat: Rasul Paulus memakai salam sebagai sarana memperteguh hubungan jemaat, menyatakan bahwa iman membawa kita menjadi bagian dari satu keluarga spiritual.
Apa yang bisa direnungkan
Kesimpulan
Filipi 4:21 mengkonkretkan persekutuan gereja: salam kepada semua orang kudus di dalam Kristus menunjukkan bahwa identitas kita ditentukan oleh hubungan kita dengan Kristus dan satu sama lain. Salam ini mengingatkan kita untuk hidup sebagai bagian dari satu keluarga rohani, memperlihatkan kasih Kristus dalam setiap pertemuan, meskipun kita berada dalam berbagai komunitas di dalam satu tubuh.