Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiFilipi 4:20 Tafsiran ayat Alkitab
Filipi 4:20 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka kepada Allah, yaitu Bapa kita, itulah kemuliaan selama-lamanya. Amin.
Filipi 4:20 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Filipi 4:20 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 11:36 (IDN) »
Karena dari pada-Nya dan oleh-Nya dan kepada-Nya ada segala sesuatu. Kepada-Nyalah kemuliaan itu selama-lamanya! Amin.

Mazmur 115:1 (IDN) »
Bukannya kami, ya Tuhan! bukannya kami, melainkan nama-Mu jua permuliakanlah, oleh karena kemurahan-Mu dan kebenaran-Mu.

Galatia 1:4 (IDN) »
yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa kita, supaya dapat melepaskan kita daripada dunia yang jahat ini menurut kehendak Allah, yaitu Bapa kita.
Tema utama: Kemuliaan bagi Allah Bapa selama-lamanya
Pada Filipi 4:20, penulis menutup doxologi dengan tegas menegaskan bahwa segala kemuliaan dan kehormatan akhirnya kembali kepada Allah, Bapa kita. Ketika hati rasul Paulus menanggung berbagai beban, ia tetap menempatkan Allah dalam posisi tertinggi, sebagai sumber semua berkat dan tujuan doa kita. Ayat ini menguatkan keyakinan bahwa kehidupan iman berpusat pada pengakuan akan kemuliaan Allah yang kekal dan tidak berubah.
Surat Filipi ditulis sebagai surat persahabatan yang penuh kehangatan dari penulis kepada jemaat di Filipi. Di balikan akhir surat, doa syukur dan salam perpisahan mengajak pembaca untuk melihat bagaimana Allah bekerja dalam segala keadaan. Doa syukur ini mengarahkan pandangan kepada Tuhan sebagai sumber semua berkah, sehingga salam persekutuan menjadi puji-pujian kepada-Nya.
Kepentingan teologis
Ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan Allah bersifat abadi. “Bapa kita” merangkum hubungan pribadi antara Allah dan umat-Nya melalui Kristus. Dalam pandangan keseluruhan Alkitab, kemuliaan Allah bukan hanya tentang kemegahan luar, tetapi juga tentang kesetiaan-Nya, kasih-Nya, dan rencana penyelamatan yang selalu mengarahkan umat-Nya kembali kepada-Nya.
Koneksi dengan Alkitab lain
Penekanan masing-masing rujukan menolong kita melihat bahwa kemuliaan Allah bukan sekadar pemandangan agung, melainkan pusat tujuan dan hubungan pribadi dengan-Nya.
Pertanyaan renungan
Ringkasan praktis
Ayahandang kita tidak akan pernah keliru jika hati kita terpaut pada Tuhan. Doa syukur yang berujung pada pengakuan kemuliaan Allah mengingatkan kita bahwa semua kasih karunia berawal dari Bapa kita, dan dalam Dialah semua kemuliaan bertahan untuk selama-lamanya.
Cuplikan pendapat dari tokoh-tokoh penjabat komentar publik domain (tanpa kutipan panjang)
Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa doxologi di ujung surat Filipi menegaskan keterlibatan Allah dalam segala keadaan jemaat, dan bahwa kemuliaan Allah menjadi tujuan akhirnya bagi semua umat percaya. Mereka menyinggung bahwa “Bapa kita” menekankan hubungan pribadi dan kepercayaan yang tetap teguh meskipun perubahan situasi.
Quotations note: Teks asli tidak menyertakan kutipan panjang dari tokoh-tokoh tersebut di bagian ini. Namun, kehendak editorial mengakui bahwa mereka menekankan kemuliaan Allah sebagai pusat iman dan hubungan pribadi dengan-Nya.
Penutup
Ayam diakhir surat Filipi mengajak pembaca untuk memusatkan hidup pada kemuliaan Allah Bapa, yang berkuasa selama-lamanya. Kemuliaan itu tidak bergeser oleh keadaan dunia; Ia tetap sebagai sumber berkat dan hubungan persekutuan bagi semua orang percaya.