Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiFilipi 4:18 Tafsiran ayat Alkitab
Filipi 4:18 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Aku sudah menerima sekaliannya itu, bahkan, lebih daripada secukupnya; maka aku telah sarat semenjak aku menerima daripada Epafroditus pemberian kamu, yaitu suatu bauan yang harum dan persembahan yang disukai dan diperkenan Allah.
Filipi 4:18 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Filipi 4:18 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ibrani 13:16 (IDN) »
Dan jangan kamu lalai daripada berbuat kebajikan serta menunjukkan murah hati, karena korban yang sedemikian itulah Allah sangat berkenan.

Filipi 4:12 (IDN) »
Aku tahu berhemat-hemat, dan aku tahu juga bermewah-mewah; di dalam tiap-tiap hal dan di dalam segala sesuatu aku sudah paham, baik di dalam hal kenyang atau lapar, baik di dalam hal mewah atau kekurangan.

2 Korintus 9:12 (IDN) »
Karena pekerjaan kebajikan ini bukannya sahaja mencukupkan kekurangan orang suci, melainkan bertambah-tambah lagi dengan memperbanyakkan ucapan syukur kepada Allah.
Filipi 4:18 – Makna, konteks, dan makna praktis
Inti ayat ini adalah ungkapan terima kasih Rasul Paulus kepada jemaat Filipi atas persembahan mereka, yang dia sebut sebagai bau harum, persembahan yang disukai Allah. Paulus menegaskan bahwa ia telah menerima segala sesuatu dengan cukup, bahkan berkelimpahan, karena pemberian mereka telah memenuhkan kebutuhan-duhunya.
Konteks singkat
Ayat ini muncul pada bagian penutup surat kepada jemaat Filipi, ketika Paulus menyambut dana dan barang bantuan dari mereka saat ia berada dalam keadaan kekurangan di penjara. Epafroditus dan pemberian mereka menjadi bukti persatuan jemaat dengan pelayan-khotbahnya demi kemuliaan Tuhan. Frasa bau harum dan persembahan yang disukai Allah menghubungkan sumbangan material dengan ibadah rohani.
Observasi interpretatif
Pemahaman teologis singkat
Persembahan gereja bukan hanya memenuhi kebutuhan kurier rohani, tetapi juga menandakan kasih saling memberi dalam komunitas percaya. Allah telah melihat hati jemaat Filipi; melalui itu, pekerjaan Tuhan diberdayakan, dan pemeliharaan mukjizat senantiasa terbukti meski melalui cara yang tampak manusiawi.
Garis besar tema
Rujukan silang dan hubungan düşünya
- 2 Korintus 9:7 menonjolkan prinsip kedermawanan yang dipenuhi hati, bukan kerelaan yang dipaksa. Penjelasan terkait: Allah mengasihi pemberi yang suka rela, dan pemberian yang penuh kasih membawa sukacita bagi penerima maupun Allah.
- Ibrani 13:16 menekankan agar kita tidak melupakan kebaikan dan membantu sesama, karena Allah ridho atas itu.
- 1 Timotius 6:18-19 menasihati agar orang berbuat baik dan berbagi dengan murah hati, sehingga kekayaan rohani menjadi cikal bakal hidup yang berkenan kepada Allah.
Narasi praktis singkat
Izinkan pemberian kita mencerminkan sikap hati yang percaya: tidak mengandalkan jumlah, melainkan unsur kasih, kepercayaan, dan tujuan pewartaan. Dalam konteks jemaat lokal maupun misi global, karya Allah didorong oleh sumbangan yang disalurkan dengan integritas dan doa—menjadi persembahan yang menyenangkan hati-Nya.
Catatan penutup
Ayat ini mengajak kita melihat sumbangan sebagai bagian dari ibadah, yang meneguhkan iman kita melalui kedermawanan yang dipelihara oleh kasih Kristus. Seperti yang diungkapkan para komentator berbahasa Inggris lama, prinsip utama adalah kesediaan hati untuk memberi demi kemuliaan Allah, bukan untuk mendapatkan pujian manusia.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, and Adam Clarke (when used) are not shown as direct long quotes here; any exact short phrases used are cited in context within the explanation above.