Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
1 Korintus 10:1 1 Korintus 10:2 1 Korintus 10:3 1 Korintus 10:4 1 Korintus 10:5 1 Korintus 10:6 1 Korintus 10:7 1 Korintus 10:8 1 Korintus 10:9 1 Korintus 10:10 1 Korintus 10:11 1 Korintus 10:12 1 Korintus 10:13 1 Korintus 10:14 1 Korintus 10:15 1 Korintus 10:16 1 Korintus 10:17 1 Korintus 10:18 1 Korintus 10:19 1 Korintus 10:20 1 Korintus 10:21 1 Korintus 10:22 1 Korintus 10:23 1 Korintus 10:24 1 Korintus 10:25 1 Korintus 10:26 1 Korintus 10:27 1 Korintus 10:28 1 Korintus 10:29 1 Korintus 10:30 1 Korintus 10:31 1 Korintus 10:32 1 Korintus 10:33



Inti interpretatif utama
1 Korintus 10:21 menegaskan bahwa orang percaya tidak bisa memiliki dua bagian sekaligus: minum cawan Tuhan dan cawan segala setan. Ayat ini menyoroti eksklusivitas komitmen rohani kita pada Kristus dan kerasnya kompromi dalam kehidupan iman yang membuahkan akibat spiritual yang nyata.
Konteks sastra
Ayat ini berada dalam bagian surat Paulus kepada jemaat Korintus yang membahas kebebasan Kristen, penyalahgunaan makanan dan perjamuan, serta sikap umat terhadap penyembahan berhala. Dalam konteks kebiasaan Korintus yang semula berbaur antara ibadah kepada berhala dan perjamuan Tuhan, Paulus menekankan bahwa maksud dari perjamuan Tuhan (komuni dengan Kristus) tidak bisa dicampur dengan persekutuan dengan berhala. Pengajaran ini menegaskan garis tegas antara kemantapan iman kepada Kristus dan kompromi dengan praktik berhala.
Akar teologis
Prinsip inti adalah eksklusivitas kasih dan loyalitas kepada Tuhan. Perjamuan Tuhan adalah partisipasi langsung dengan Kristus dalam tubuh-Nya yang mati dan bangkit; persekutuan dengan berhala melibatkan penyembahan yang bertentangan dengan siapa Allah sejati. Karena itu, tidak ada jalan untuk memakan bagian di meja Tuhan sambil memelihara bagian di meja setan; keduanya saling menguatkan kebutaan rohani jika dipandang sebagai dua jalur yang setara.
Rujukan lintas Alkitab yang relevan
Penjelasan singkat: Perbandingan ini menekankan bahwa hidup Kristen menuntut kepatuhan penuh kepada Kristus; kompromi dengan praktik berhala merusak hubungan kita dengan Tuhan dan meniadakan makna persekutuan kudus.
Signifikansi teologis
Ayat ini menegaskan bahwa identitas dan orientasi hidup orang percaya tidak bisa dibagi. Alih-alih menjadi bagian dari dua meja, jemaat dipanggil untuk memilih Allah yang benar dalam segala aspek hidup sehari-hari. Ini juga mengingatkan komunitas gereja untuk menjaga kemurnian praktik keagamaan mereka dan menghindari sinyal-sinyal yang menyesatkan.
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Ayat ini mengajak kita untuk menilai loyalitas kita kepada Tuhan secara tegas. Dalam Kristus, kita dipanggil kepada satu persekutuan yang tidak bercampur dengan penyembahan berhala. Kompitensi iman dinilai dari bagaimana kita hidup mengikuti jejak Kristus dalam segala aspek, tanpa kompromi terhadap praktik-praktik duniawi yang bertentangan dengan firman Allah.
Beberapa penafsir klasik menekankan bahwa perjamuan Tuhan adalah tanda kesatuan dengan Kristus dan tubuh-Nya yang baru. Ketegasan Paulus di sini berakar pada pengakuan bahwa kasih karunia Allah tidak dapat dibagi dengan penyembahan berhala. Dalam karya-karya klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, prinsip eksklusivitas iman tetap menjadi garis besar tafsiran terhadap ayat ini.
Quotations (singkat) yang relevan:
Matthew Henry menekankan: "Tidak boleh kamu minum cawan Tuhan beserta dengan cawan segala setan." [kutipan ringkas terkait tema eksklusivitas iman]
Cross-references telah disederhanakan untuk keluwesan bacaan; tidak menyalin teks afiliasi penuh ayat yang dirujuk.