Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Raja-raja 1 1 Raja-raja 2 1 Raja-raja 3 1 Raja-raja 4 1 Raja-raja 5 1 Raja-raja 6 1 Raja-raja 7 1 Raja-raja 8 1 Raja-raja 9 1 Raja-raja 10 1 Raja-raja 11 1 Raja-raja 12 1 Raja-raja 13 1 Raja-raja 14 1 Raja-raja 15 1 Raja-raja 16 1 Raja-raja 17 1 Raja-raja 18 1 Raja-raja 19 1 Raja-raja 20 1 Raja-raja 21 1 Raja-raja 22Verse
1 Raja-raja 18:1 1 Raja-raja 18:2 1 Raja-raja 18:3 1 Raja-raja 18:4 1 Raja-raja 18:5 1 Raja-raja 18:6 1 Raja-raja 18:7 1 Raja-raja 18:8 1 Raja-raja 18:9 1 Raja-raja 18:10 1 Raja-raja 18:11 1 Raja-raja 18:12 1 Raja-raja 18:13 1 Raja-raja 18:14 1 Raja-raja 18:15 1 Raja-raja 18:16 1 Raja-raja 18:17 1 Raja-raja 18:18 1 Raja-raja 18:19 1 Raja-raja 18:20 1 Raja-raja 18:21 1 Raja-raja 18:22 1 Raja-raja 18:23 1 Raja-raja 18:24 1 Raja-raja 18:25 1 Raja-raja 18:26 1 Raja-raja 18:27 1 Raja-raja 18:28 1 Raja-raja 18:29 1 Raja-raja 18:30 1 Raja-raja 18:31 1 Raja-raja 18:32 1 Raja-raja 18:33 1 Raja-raja 18:34 1 Raja-raja 18:35 1 Raja-raja 18:36 1 Raja-raja 18:37 1 Raja-raja 18:38 1 Raja-raja 18:39 1 Raja-raja 18:40 1 Raja-raja 18:41 1 Raja-raja 18:42 1 Raja-raja 18:43 1 Raja-raja 18:44 1 Raja-raja 18:45 1 Raja-raja 18:46



Makna Langsung ayat 1 Raja-raja 18:21
Elia menantang segenap umat Israel untuk menentukan pilihan mereka: apakah mereka akan mengikuti Tuhan yang hidup atau Baal yang telah mereka ikuti dalam kebingungan. Pertanyaan ini menyoroti keadaan pikiran yang pincang dan ingatan bercabang—mereka tidak bisa berdekat dengan Tuhan maupun Baal pada saat yang sama. Jawaban yang diharapkan adalah keputusan tegas: mengikuti Allah jika Ia benar Allah, atau mengikuti Baal jika ia benar berkuasa.
Latar belakang konteks
Kisah ini terjadi saat Elia menghadapi nabi-nabi Baal di atas Gunung Karmel. Israel berada dalam persimpangan antara penyembahan Baal yang dipopulerkan oleh raja Ahab dan istri Izebel, serta penyembahan kepada Yahweh yang telah lama dipelihara oleh umat. Ketidakpastian umat tercermin dalam kata-kata Elia yang meminta kontras jelas antara dua pilihan, supaya mereka tidak mengambang di antara dua kepercayaan.
Pengamatan interpretatif
Tema inti
Keberanian untuk memilih dengan jelas antara Allah yang hidup dan dewa-dewa palsu, serta pentingnya kesetiaan umat kepada perjanjian Tuhan meskipun ada tekanan budaya sekitar.
Rujukan terkait (singkat) dan penjelasan
Catatan para tokoh penafsir (singkat)
Para penafsir berusia klasik menekankan kebutuhan umat untuk bertekun dalam iman kepada Allah yang hidup. Mereka melihat tantangan Israel sebagai gambaran bagaimana umat Tuhan hari ini juga dipanggil untuk tidak hidup pincang antara nilai dunia dan kebenaran Allah. Jika ada kutipan singkat dari para penafara:
“Kamu tidak dapat mengabdi kepada dua tuan.” (ringkas dari pola penekanan para komentator abad pertengahan)
Bagian praktis yang singkat
Kaitan tegas dengan teks
Ayat ini menegaskan pilihan tegas antara dua sumber otoritas. Dalam konteks sejarah Israel, pilihan seperti ini menjadi ujian bagi kesetiaan perjanjian. Secara teologis, pernyataan ini menandai momen pembuktian identitas Allah sebagai Tuhan yang berkuasa dan memanggil umat-Nya untuk hidup dalam ketaatan.