Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Korintus 6:17 Tafsiran ayat Alkitab
2 Korintus 6:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara orang kafir, dan bercerailah kamu, kata firman Tuhan, dan jangan menyentuh barang yang najis; maka Aku akan menyambut kamu,
2 Korintus 6:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Korintus 6:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 52:11 (IDN) »
Pergilah, pergilah kamu, keluarlah dari sana; jangan kamu jamah yang najis itu; keluarlah dari tengah mereka itu, sucikanlah dirimu, hai kamu yang menggandar benda Tuhan!

Wahyu 18:4 (IDN) »
Lalu aku dengar suatu suara yang lain pula dari langit berkata, "Keluarlah daripadanya, hai kaumku, supaya jangan kamu terbabit di dalam segala dosanya, dan jangan kamu sama kena segala balanya;

2 Korintus 7:1 (IDN) »
Sedang ada bagi kita perjanjian yang demikian, hai kekasihku, hendaklah kita bersuci daripada segala najis tubuh dan roh, serta menyempurnakan kesucian dengan takut akan Allah.
2 Korintus 6:17 (Terjemahan IDN)
Ayat ini berada dalam konteks surat Paulus kepada jemaat Korintus yang menuntut pemisahan hidup orang percaya dari pengaruh sistem dunia yang menyesatkan. Paulus menasihati umat percaya untuk tidak bersekutu dengan nilai-nilai yang bertentangan dengan umat Allah, agar hidup mereka tidak tercemar dan mereka dapat benar-benar hidup dalam kemuliaan Tuhan.
Inti makna ayat
Perintah “keluarlah kamu dari antara orang kafir” dan “jangan menyentuh barang yang najis” menekankan kemurnian hidup rohani yang lahir dari identitas sebagai milik Tuhan. Tuhan menjanjikan penyambutan bagi mereka yang taat, yaitu kedekatan dengan-Nya dan pembaruan batin yang memisahkan mereka dari praktik-praktik yang menuntun pada kefasikan. Ayat ini bukan sekadar ajakan fisik menjauhi orang-orang tanpa iman, melainkan ajakan untuk menjauhi penyebab-penyebab kompromi rohani yang merusak hubungan pribadi dengan Allah.
Tema utama
Beberapa tema terkait
1) Hubungan antara iman dan praktik; 2) Keterlibatan dalam budaya sekitar tanpa terikat oleh nilai-nilai yang menyesatkan; 3) Kebersihan hidup sebagai respons terhadap kasih Allah yang menyelamatkan.
Rujukan silang yang relevan
- Yohanes 15:19 menjelaskan bahwa kita berbeda karena Dia memilih kita dari dunia; karena itu hidup kita seharusnya mencerminkan kerajaan-Nya.
- 1 Korintus 10:23–24 menegaskan bahwa hak kita sebagai orang percaya tidak membenarkan keadaan yang merusak sesama; kasih memimpin tindakan kita.
- Efesus 5:11-12 mengingatkan agar kita tidak bersekutu dengan pekerjaan gelap, melainkan menilai dan meninggalkannya.
Refleksi praktis
Coba merenungkan: adakah area dalam hidup yang membuat kita terlalu dekat dengan nilai dunia sehingga membahayakan kesetiaan kita pada Kristus? Dalam kerja, pergaulan, atau gaya hidup, apakah ada “barang yang najis” yang perlu ditinggalkan untuk memperdalam kedalaman hubungan kita dengan Tuhan?
Garis besar penafsiran dari tokoh Pakar Tersusun
Para penafsir perorangan percaya bahwa ajaran ini menekankan kemurnian iman dan kelayakan etika hidup orang percaya sebagai saksi di tengah dunia. Penekanan pada pemisahan bukan untuk memutus hubungan secara mutlak dengan semua orang di luar komunitas iman, melainkan untuk menghindari ikatan rohani yang mengarah pada persekutuan dengan praktik-praktik keliru. Satunya motif adalah kasih Allah yang menyambut mereka yang hidup dalam ketaatan.
Penutup singkat
Ayat ini mengingatkan kita bahwa hidup orang percaya harus bercahaya melalui pemisahan yang sehat dari nilai-nilai yang bertentangan dengan Allah. Tuhan menjanjikan penyambutan bagi hati yang setia, sehingga kita secara sadar memilih kekudusan dalam setiap aspek kehidupan kita.