Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 2:1 Lukas 2:2 Lukas 2:3 Lukas 2:4 Lukas 2:5 Lukas 2:6 Lukas 2:7 Lukas 2:8 Lukas 2:9 Lukas 2:10 Lukas 2:11 Lukas 2:12 Lukas 2:13 Lukas 2:14 Lukas 2:15 Lukas 2:16 Lukas 2:17 Lukas 2:18 Lukas 2:19 Lukas 2:20 Lukas 2:21 Lukas 2:22 Lukas 2:23 Lukas 2:24 Lukas 2:25 Lukas 2:26 Lukas 2:27 Lukas 2:28 Lukas 2:29 Lukas 2:30 Lukas 2:31 Lukas 2:32 Lukas 2:33 Lukas 2:34 Lukas 2:35 Lukas 2:36 Lukas 2:37 Lukas 2:38 Lukas 2:39 Lukas 2:40 Lukas 2:41 Lukas 2:42 Lukas 2:43 Lukas 2:44 Lukas 2:45 Lukas 2:46 Lukas 2:47 Lukas 2:48 Lukas 2:49 Lukas 2:50 Lukas 2:51 Lukas 2:52


Makna Singkat Ayat
Lukas 2:5 menyatakan bahwa Yusuf pergi ke Betlehem bersama Maryam tunangannya yang sedang hamil untuk didaftarkan dalam sensus. Ayat ini menekankan kepatuhan mereka terhadap perintah kerajaan dan rangkaian peristiwa yang membawa Mesias lahir di Betlehem sesuai nubuat.
Latar Konteks
Ayat ini berada dalam kisah kelahiran Yesus. Pada masa itu, sensus dikenakan oleh pemerintah Romawi untuk tujuan administrasi dan perhitungan pajak. Maryam bertunangan dengan Yusuf, meskipun mereka belum hidup sebagai suami-istri secara resmi; Maryam sedang hamil karena karya Roh Kudus. Ketika sensus diperintahkan, Yusuf memilih melaksanakan kewajiban hukum dengan berjalan bersama Maryam ke kota asal keluarga mereka, Betlehem, sesuai garis keturunan Daud.
Observasi Teks
Alinea Terkait dengan Tafsiran Tokoh-Tafsir Terkemuka
Beberapa pandangan klasik menyoroti bahwa peristiwa ini menunjukkan kepatuhan ilahi terhadap hukum manusia dan cara Allah mempersiapkan kelahiran Juru Selamat di tempat yang telah diramalkan. Ringkasnya:
Matthew Henry menekankan bahwa kepatuhan Yusuf adalah teladan ketaatan sederhana kepada kehendak Tuhan melalui peraturan sipil pada zamannya. Albert Barnes menambahkan bahwa peristiwa ini memperlihatkan bagaimana Allah memakai institusi manusia—administrasi negara—untuk melaksanakan rencana penyelamatan. Adam Clarke menafsirkannya sebagai contoh bagaimana Tuhan membentuk jalannya sejarah melalui perkara kecil yang tampak biasa. (Kutipan langsung singkat yang relevan tersedia dalam catatan karya-karya publik domain mereka.)
Pendekatan Tema
Rujukan Terkait
- Matius 1:18-25: Kelahiran dari Roh Kudus dan penjelasan bahwa Yusuf bertindak menurut firman Tuhan; menunjukkan kesinambungan nubuat dengan kelahiran Yesus. Penjelasan singkat: Yusuf dimaksudkan untuk menjadi pelindung dan kepala keluarga pusat dalam narasi kelahiran Kristus.
- Mikha 5:2: Nubuat tentang kelahiran Mesias di Betlehem, kota bejana Daud. Penjelasan singkat: latar geografis dan garis keturunan memenuhi nubuat lama.
- Yohanes 4:23-24: Ketaatan sejati bukan hanya ritus, melainkan kedekatan hati kepada Allah untuk melaksanakan kehendak-Nya. Penjelasan singkat: menyiratkan bahwa jalan kelahiran Kristus adalah bagian dari ibadah yang lebih besar.
Takeaway Praktis
Ketaatan Yusuf dan Maryam terhadap perintah pemerintah menunjukkan bahwa hidup yang taat melibatkan kepatuhan pada pihak berwenang ketika tidak bertentangan dengan firman Tuhan. Tuhan dapat bekerja melalui hal-hal yang tampak biasa atau terikat aturan manusia untuk mewujudkan rencana keselamatan yang lebih luas.