Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 2:1 Lukas 2:2 Lukas 2:3 Lukas 2:4 Lukas 2:5 Lukas 2:6 Lukas 2:7 Lukas 2:8 Lukas 2:9 Lukas 2:10 Lukas 2:11 Lukas 2:12 Lukas 2:13 Lukas 2:14 Lukas 2:15 Lukas 2:16 Lukas 2:17 Lukas 2:18 Lukas 2:19 Lukas 2:20 Lukas 2:21 Lukas 2:22 Lukas 2:23 Lukas 2:24 Lukas 2:25 Lukas 2:26 Lukas 2:27 Lukas 2:28 Lukas 2:29 Lukas 2:30 Lukas 2:31 Lukas 2:32 Lukas 2:33 Lukas 2:34 Lukas 2:35 Lukas 2:36 Lukas 2:37 Lukas 2:38 Lukas 2:39 Lukas 2:40 Lukas 2:41 Lukas 2:42 Lukas 2:43 Lukas 2:44 Lukas 2:45 Lukas 2:46 Lukas 2:47 Lukas 2:48 Lukas 2:49 Lukas 2:50 Lukas 2:51 Lukas 2:52

Lukas 2:22 (IDN) — Peristiwa Sesudah Upahara Nasona
Ayat ini menempatkan peristiwa setelah masa upahara sembilan puluh hari bagi bayi laki-laki menurut hukum Musa, lalu Maria dan Yusuf membawa Yesus ke Yerusalem untuk mempersembahkan-Nya kepada Tuhan dan menyerahkan-Nya kepada Tuhan sesuai ketentuan Taurat. Ini menandai pemenuhan perintah hukum serta penempatan unggulan Allah di tengah umat-Nya sejak kelahiran-Nya.
Makna inti
Ayat ini menegaskan ketaatan Maria dan Yusuf terhadap hukum Musa dan panggilan mereka sebagai orang tua yang menjaga persembahan serta pengakuan bahwa bayi Yesus adalah Warisan Allah. Dalam konteks Lukas, peristiwa ini juga memperlihatkan bagaimana kehadiran Anak Allah dimulai dalam kepatuhan rabinika dan ritual ibadah Yahudi, sambil menyiapkan latar untuk pengakuan iman yang lebih luas di kemudian hari.
Tema utama
Hubungan dengan bagian lain (cross-references)
- Roma 8:29 menekankan tujuan Allah untuk menjadikan kita serupa dengan gambar Anak-Nya; peristiwa ini menandai awal dari karya keselamatan Allah yang akan dinyatakan penuh seiring waktu.
- Galatia 4:4-5 menunjukkan Kristus lahir pada waktu yang tepat untuk menebus kita dengan menggunakan hukum; ini menyiratkan bahawa kepatuhan hukum dalam Lukas 2:22 adalah bagian dari rencana besar itu.
- Lukas 2:25-38 memperlihatkan dua respons iman di Yerusalem terhadap kelahiran Mesias, yaitu sikap Simeon dan Hana, yang menegaskan bahwa kelahiran ini adalah sesuatu yang menggembirakan bagi orang percaya yang menantikan janji Allah.
Pengajaran praktis
Perintah hukum bukan sekadar ritual kosong bagia Maria dan Yusuf, tetapi sarana untuk menyatakan kesetiaan kepada Allah. Bagi kita hari ini, prinsipnya adalah menghormati tata ibadah sebagai respons iman kepada Tuhan, sambil menjaga agar iman kita tidak kehilangan inti kasih, kerahiman, dan tujuan ilahi di balik setiap praktik religius.
Ringkasan singkat
Lukas 2:22 menggambarkan ketaatan keluarga-Nya terhadap hukum Musa setelah masa upahara; ini menegaskan bahwa kelahiran Yesus tidak keluar dari rencana Allah, melainkan dimulai dalam konteks pengabdian kepada Tuhan. Melalui persembahan-Nya, bayi itu berlangsung dalam pola pemenuhan nubuh dan penyelamatan yang akan Allah wujudkan di kemudian hari.
Cuplikan pandangan tokoh pendahulu publik domain
Beberapa tokoh komentator berpendapat bahwa Peristiwa ini menegaskan keberlanjutan identitas Mesias dalam tradisi Yahudi sambil memperlihatkan penyataan Ilahi yang menangkis kemunafikan ritual tanpa hati. Khataman hukum di masa kecil Yesus menyiapkan pengertian bahwa keselamatan tidak meniadakan hukum, tetapi menggenapinya.
Catatan kutipan terpilih: Tidak ada kutipan langsung kata per kata yang diambil dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam bagian ini; teks komentar ini memadukan nuansa umum dari karya-karya itu secara sinergis tanpa menyalin frasa asli mereka.