Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 2:1 Lukas 2:2 Lukas 2:3 Lukas 2:4 Lukas 2:5 Lukas 2:6 Lukas 2:7 Lukas 2:8 Lukas 2:9 Lukas 2:10 Lukas 2:11 Lukas 2:12 Lukas 2:13 Lukas 2:14 Lukas 2:15 Lukas 2:16 Lukas 2:17 Lukas 2:18 Lukas 2:19 Lukas 2:20 Lukas 2:21 Lukas 2:22 Lukas 2:23 Lukas 2:24 Lukas 2:25 Lukas 2:26 Lukas 2:27 Lukas 2:28 Lukas 2:29 Lukas 2:30 Lukas 2:31 Lukas 2:32 Lukas 2:33 Lukas 2:34 Lukas 2:35 Lukas 2:36 Lukas 2:37 Lukas 2:38 Lukas 2:39 Lukas 2:40 Lukas 2:41 Lukas 2:42 Lukas 2:43 Lukas 2:44 Lukas 2:45 Lukas 2:46 Lukas 2:47 Lukas 2:48 Lukas 2:49 Lukas 2:50 Lukas 2:51 Lukas 2:52



Lukas 2:36 (IDN) - Misteri Nabi Hanna di Bait Allah
Pada konteks kelahiran Yesus dan kunjungan para gembala, Lukas memperkenalkan Hana, seorang nabiah dari suku Asyir (Asyir adalah versi bahasa Indonesia dari Asyrian). Ia adalah seorang perawan yang telah bersuami tujuh tahun lamanya sebelum masa ia menjadi janda, kemudian hidup berulangkali dalam doa dan puasa di Bait Allah. Kisah Hana menyoroti kesetiaan dan harapan Israel yang menunggu Mesias, meski mengalami kehilangan keluarga. Ketekunan doa Hana di hadapan Allah menunjukkan bagaimana respons iman individu bisa menjadi bagian dari peristiwa keselamatan yang lebih besar melalui kelahiran Kristus.
Makna pokok ayat
Ayat ini memperkenalkan Hana sebagai nabi perempuan yang setia, yang menanti dengan tekun penggenapan janji Allah. Karakternya digambarkan dengan kesetiaan rohani: lanjut umurnya, hidup berkhidmat di Bait Allah dengan berpuasa dan doa siang dan malam. Narasi ini menekankan bahwa pengalaman doa yang gigih dapat menghasilkan pengakuan ilahi tentang kerja Allah di zaman mereka, meskipun seringkali tidak terlihat di permukaan publik.
Tema utama
Ada hubungan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa referensi lintas yang relevan:
Refleksi praktis
Belajar dari Hana: ketekunan doa dan ketulusan hidup mengarahkan kita untuk tetap setia pada panggilan rohani, meskipun latar belakang pribadi atau usia kita tidak tampak istimewa. Ketika Allah memperhatikan doa yang lama, Ia juga mempersiapkan kita untuk menjalankan bagian unik dalam rencana-Nya, bagaimana pun kecilnya peran kita di mata dunia.
Ringkasan singkat
Ayat ini memperkenalkan Hana, nabi perempuan yang tekun berdoa di Bait Allah, menantikan penggenapan janji Allah mengenai pembebasan Israel. Kisahnya menegaskan tema ketekunan rohani, pengakuan ilahi atas umat-Nya, dan bagaimana doa pribadi bisa berkontribusi pada karya keselamatan yang lebih besar melalui kelahiran Mesias.
Quotable insights (kutipan singkat)
Beberapa bagian yang sebanding dengan tafsiran klasik menekankan bahwa Hana adalah contoh iman yang berkelanjutan: doa yang tak putus, hidup yang taat, dan keteguhan hati di hadapan Allah.
Cross-reference singkat
Konteks doa berkelanjutan: Kis. 2:14-15; Yak. 5:16; Ibrani 10:36-39 — Ketiganya menekankan iman yang berjalan dalam doa, kesetiaan, dan ketekunan untuk mencapai tujuan ilahi.
Penekanan: Kisah Hana menguatkan gambaran bahwa Allah memperhatikan orang yang setia beribadah, dan waktu-Nya membawa penggenapan janji-Nya melalui karya Mesias yang lahir.