Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 2:1 Lukas 2:2 Lukas 2:3 Lukas 2:4 Lukas 2:5 Lukas 2:6 Lukas 2:7 Lukas 2:8 Lukas 2:9 Lukas 2:10 Lukas 2:11 Lukas 2:12 Lukas 2:13 Lukas 2:14 Lukas 2:15 Lukas 2:16 Lukas 2:17 Lukas 2:18 Lukas 2:19 Lukas 2:20 Lukas 2:21 Lukas 2:22 Lukas 2:23 Lukas 2:24 Lukas 2:25 Lukas 2:26 Lukas 2:27 Lukas 2:28 Lukas 2:29 Lukas 2:30 Lukas 2:31 Lukas 2:32 Lukas 2:33 Lukas 2:34 Lukas 2:35 Lukas 2:36 Lukas 2:37 Lukas 2:38 Lukas 2:39 Lukas 2:40 Lukas 2:41 Lukas 2:42 Lukas 2:43 Lukas 2:44 Lukas 2:45 Lukas 2:46 Lukas 2:47 Lukas 2:48 Lukas 2:49 Lukas 2:50 Lukas 2:51 Lukas 2:52



Lukas 2:7 (IDN)
Setting segera: Kisah kelahiran Tuhan kita dimulai di sebuah kandang karena tidak ada tempat bagi Maria dan Yusuf di rumah persinggahan. Ayat ini menggambarkan kelimpahan makna dalam keadaan sederhana: bayi yang lahir di palungan, dibedungi dengan kain lampin, sebagai anak sulung dari Maria.
Apa yang diungkap teks ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa penyataan Allah datang dalam cara yang rendah hati dan dekat dengan kebutuhan manusia. Allah memilih jalan yang sederhana dan menenangkan bagi manusia: keselamatan hadir bukan dalam kemegahan, melainkan dalam kerendahan hati dan kehadiran-Nya di tengah keterbatasan manusia. Kelahiran Kristus mengundang iman untuk melihat bagaimana rancangan Allah bekerja secara tidak konvensional namun penuh kasih.
Penjelasan kata/ikon penting
Karangan silang dengan bagian terkait
Beberapa bagian yang relevan selain Lukas 2:7 adalah:
Penafsiran klasik menambahkan bahwa kelahiran di palungan melambangkan misteri kasih Allah yang melampaui kebiasaan manusia dan menunjukkan bahwa kebaikan-Nya dapat memulai dari tempat yang tidak terduga.
Aplikasi masa kini
Pesan Lukas 2:7 mengajak kita melihat iman yang tidak bersandar pada kemegahan, melainkan pada kredo Allah yang hadir dalam kebutuhan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita diajak merangkul rendah hati, menyambut karya Allah meski lewat cara-cara sederhana. Kita diajak memberi tempat bagi Tuhan dalam rumah kita—bukan dalam kenyamanan berkelebihan, tetapi dalam keterbukaan hati untuk melihat-Nya bekerja di tempat-tempat yang tidak terduga.
Rujukan silang hari ini
Beberapa rujukan yang relevan untuk kajian lebih lanjut: Lukas 1:31-33 menonjolkan pewartaan kelahiran yang mulia; Yesaya 11:1-2 mengarahkan pada harapan messianik melalui garis keturunan Daud; Yohanes 1:14 menegaskan kehadiran Tuhan yang menjadi manusia di tengah kita.
Catatan singkat: Kutipan langsung dari komentar: tidak ada kutipan langsung yang tersedia dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam teks ini yang dapat disertakan secara spesifik tanpa mengubah konteks. Namun, pemikiran mereka secara umum menekankan bahwa kelahiran Kristus dalam kemegahan yang rendah hati adalah puncak kasih Allah yang menepati nubuat dan mendasari iman yang hidup.