Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36Verse
2 Tawarikh 21:1 2 Tawarikh 21:2 2 Tawarikh 21:3 2 Tawarikh 21:4 2 Tawarikh 21:5 2 Tawarikh 21:6 2 Tawarikh 21:7 2 Tawarikh 21:8 2 Tawarikh 21:9 2 Tawarikh 21:10 2 Tawarikh 21:11 2 Tawarikh 21:12 2 Tawarikh 21:13 2 Tawarikh 21:14 2 Tawarikh 21:15 2 Tawarikh 21:16 2 Tawarikh 21:17 2 Tawarikh 21:18 2 Tawarikh 21:19 2 Tawarikh 21:20



Ikhtisar Pembaca: Lemparan Kegelapan Menuju Kemenangan Allah
2 Tawarikh 21:17 menggambarkan kehancuran raja-raja Yehuda karena pemimpin yang jahat dan penyerahan kepada kekuasaan asing. Ayat ini menampilkan konsekuensi nyata dari kejatuhan moral negara: harta benda dan keluarga diberangus sebagai bagian dari hukuman, menunjukkan bahwa Tuhan tidak membiarkan tindakan tidak setia berlalu begitu saja. Dalam konteks kitab Tawarikh, fokusnya adalah mengaitkan peristiwa sejarah dengan pembelajaran rohani tentang ketaatan kepada Allah dan konsekuensi dari penyembahan berhala serta penyalahgunaan kekuasaan. Ayat ini menampilkan Yoahas, satu-satunya anak laki-laki bungsu yang selamat dalam peristiwa pengambilalihan kekuasaan, sebagai bagian dari gambaran kehancuran dinasti yang menolak tuntunan Tuhan.
Pembacaan Ayat dalam Konteks Pasal
Pasal ini menggambarkan hukum akibat perbuatan raja-raja Yehuda yang menyimpang: serangan musuh membawa harta dan keluarganya pergi. Yoahas, yang pada akhirnya menjadi satu-satunya anak laki-laki—yang disebut sebagai "anak laki-laki bungsu"—diangkat sebagai satu-satunya pewaris tersisa. Penggambaran ini menekankan kehancuran garis keturunan karena dekadensi moral dan penyerahan kepada kekuatan asing, mengingatkan pembaca bahwa setiap tindakan raja mempengaruhi nasib bangsa.
Pemain Utama dan Pesan Rohani
Pesan utama ayat ini adalah pertanggungjawaban kepemimpinan terhadap Allah. Ketika pemimpin menyimpang, mereka membawa negara pada kerugian besar—harta, keluarganya, dan akhirnya masa depan yang terancam. Namun di ujung narasi muncul penekanan pada belas kasih Allah yang tetap menyikapi meskipun umat telah menua dalam kebiasaan yang salah; Allah memegang kuasa atas nasib bangsa.
Perbandingan Singkat dengan Komentar Tokoh-Tokoh-Tafar
Beberapa penafsir publik domain menyoroti bahwa ini adalah contoh kuat bagaimana Allah menilai dan menghukum penyimpangan kepemimpinan. Mereka menekankan bahwa kehilangan harta dan keluarga adalah bagian dari konsekuensi akumulatif dari perilaku raja. Dalam rangka memahami konteks naratif, ayat ini dipahami sebagai bagian dari pola kitab Tawarikh yang menautkan peristiwa fisik dengan makna spiritual, yaitu ketaatan kepada Allah membawa perlindungan dan berkat, sedangkan penyimpangan mengundang kehancuran.
Rujukan Alkitab Lain yang Relevan
Catatan: secara umum, dinilai bahwa kehilangan harta serta keluarganya menunjukkan bahwa Allah tidak membiarkan ketidaksetiaan tanpa konsekuensi, sekaligus memunculkan harapan bahwa belas kasih-Nya bisa muncul melalui pemulihan bila ada pertobatan.
Penerapan Rohani
Inti Pesan Ayat
Ayah-ibu kekuasaan Israel yang menolak pimpinan Allah menanggung akibatnya: harta benda habis, pelindung keluarga hilang, kecuali Yoahaz, anak bungsu yang akhirnya tersisa di antara kehancuran. Ayat ini menegaskan bahwa integritas kepemimpinan adalah bagian penting dari rencana Allah bagi umat-Nya.
Penutup Ringkas
Ayat ini mengajak pembaca melihat bagaimana tindakan pemimpin berdampak luas. Namun, di balik tragedi itu, ada kenyataan bahwa Allah tetap memegang kendali dan menyediakan jalan pemulihan bagi mereka yang bertobat serta tetap setia kepada-Nya.
Quotations from public-domain commentators (Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke) are included only as brief paraphrase references; tidak ada kutipan langsung penuh dari teks asli karena batasan hak cipta publik domain. Jika ada kutipan singkat tersedia, akan dicantumkan secara eksplisit.