Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36Verse
2 Tawarikh 21:1 2 Tawarikh 21:2 2 Tawarikh 21:3 2 Tawarikh 21:4 2 Tawarikh 21:5 2 Tawarikh 21:6 2 Tawarikh 21:7 2 Tawarikh 21:8 2 Tawarikh 21:9 2 Tawarikh 21:10 2 Tawarikh 21:11 2 Tawarikh 21:12 2 Tawarikh 21:13 2 Tawarikh 21:14 2 Tawarikh 21:15 2 Tawarikh 21:16 2 Tawarikh 21:17 2 Tawarikh 21:18 2 Tawarikh 21:19 2 Tawarikh 21:20



Inti Interpretatif: Jejak Jalan Raja-raja Israel yang Menyesatkan
2 Tawarikh 21:6 menandai titik balik serius dalam dinasti Yehuda, ketika Yoyakim menelusuri jejak langkah raja-raja Israel utara dan mengikuti contoh kebejatan Ahab. Ayat ini menekankan konsekuensi pilihan pribadi terhadap kehendak Tuhan dan dampaknya bagi bangsa secara keseluruhan.
Konteks sastra
Ayat ini berada dalam rangkaian kisah pemerintahan Yoyakim (Yehuda) yang dibahas dalam penilaian para nabi dan penulisan sejarah kronik. Penekanan yang berulang pada penggabungan praktik-praktik negara tetangga menunjukkan pola: penyerapaan budaya asing dan penyalahgunaan tahta demi keuntungan pribadi mengundang murka ilahi. Ketika Yoyakim beristerikan anak Akhab (putri Akháb), dia tidak hanya mempercayai nilai-nilai politik Israel Utara tetapi juga membawa serta praktik-praktik religius yang telah dinodai oleh pembangkangan terhadap TUHAN.
Inti teologis
Kedalaman teologis ayat ini terletak pada realitas bahwa raja adalah gambaran umat. Ketaatan atau ketidaktaatan pemimpin berdampak luas: perbuatan yang jahat di mata Tuhan bukan sekadar tindakan perseorangan, melainkan contoh yang menormalisasi dosa bagi komunitas. Perubahan orientasi hati raja ke arah penyembahan berhala dan gaya hidup duniawi menggoyahkan fondasi altar dan kesejahteraan bangsa. Namun, semua ini juga menekankan hakikat rahmat Tuhan yang memberi ruang pertobatan dan peringatan melalui nabi serta peninjauan sejarah bangsa.
Koneksi Alkitab (cross-references)
Pertanyaan refleksi
Ringkasan aplikatif
Ayat ini menolong kita melihat bahwa kehadiran pemimpin adalah cermin bagi bangsa: jika ia mengikuti jalan yang benar di mata Tuhan, komunitas dapat hidup dalam berkat; jika tidak, penyakit rohani dan kemerosotan moral menular. Tuhan tetap adil dalam menilai pilihan pribadi pemimpin; namun umat juga dipanggil berdoa, menegur dengan kasih, dan tetap setia pada perjanjian meskipun lingkungan sekitar mencomot nilai-nilai ilahi.
Rujukan silang singkat
1) Penekanan akibat ketidaktaatan pemimpin terhadap TUHAN dan dampaknya bagi bangsa. 2) Kebijakan hukum mengenai kepemimpinan yang menjaga ketaatan rohani. 3) Contoh historis bahwa integritas tahta memengaruhi kesejahteraan umat.
Catatan editorial
Quotations from public-domain commentators may appear in brief form if applicable. Ungkapan-ungkapan tidak lengkap tidak disertakan di sini untuk menjaga keutuhan konteks asli. Hikmat yang diambil mengacu pada karya-karya pembaca publik domain sebagaimana dikenal secara umum.