Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36Verse
2 Tawarikh 21:1 2 Tawarikh 21:2 2 Tawarikh 21:3 2 Tawarikh 21:4 2 Tawarikh 21:5 2 Tawarikh 21:6 2 Tawarikh 21:7 2 Tawarikh 21:8 2 Tawarikh 21:9 2 Tawarikh 21:10 2 Tawarikh 21:11 2 Tawarikh 21:12 2 Tawarikh 21:13 2 Tawarikh 21:14 2 Tawarikh 21:15 2 Tawarikh 21:16 2 Tawarikh 21:17 2 Tawarikh 21:18 2 Tawarikh 21:19 2 Tawarikh 21:20


2 Tawarikh 21:19 (IDN) — Setting immediate
Apa yang diceritakan teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menonjolkan kedaulatan Allah dalam menghukum orang yang durhaka dan mengabaikan umat-Nya. Yehu telah memerintah dengan kejemuan, menyalin jalan nenek moyangnya dalam menindas dan menyimpang dari jalan Tuhan. Penderitaan penyakitnya sebagai akibat dari kekerasan dan kejahatan menunjukkan bahwa Allah memperhatikan keadilan sosial dan ketaatan biar bagaimana keadaan pribadi penguasa. Dalam konteks kitab Tawarikh, hikmah iman bukan sekadar rasa takut, melainkan panggilan untuk bertobat dan memperbarui iman kepada Allah yang setia menyatakan diri melalui peristiwa sejarah.
Istilah kunci & gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain menginnerkan tema kedaulatan Allah atas raja dan akibat dari penyimpangan:
Penjelasan singkat: konteks-perikop ini menekankan bahwa kekuasaan manusia tidak menjadi ukuran hidup yang berkenan di hadapan Allah; ketaatan kepada-Nya tetap menjadi penopang utama bagi bangsa dan pemimpin.
Penjelasan kata dan gambaran kiasan
Ayat ini memakai bahasa metaforis tentang “pembakaran” dan “perut” untuk menggambarkan penderitaan fisik yang melumpuhkan, sebuah simbol kemuliaan yang runtuh karena dosa. Gambaran keterlaluan ini menegaskan bahwa Allah tidak membiarkan pelanggaran terus berlanjut tanpa respons, terutama melalui penghakiman yang nyata terhadap pemimpin yang menyesatkan bangsanya.
Aplikasi kini
Beberapa pelajaran praktis untuk kita menyerahkan diri kepada Tuhan dalam situasi kepemimpinan maupun pribadi:
Catatan khas para komentator publik domain Menurut Matthew Henry, kegeraman manusia terhadap kejahatan sering berbalik pada kehancuran pribadi; Albert Barnes menekankan bahwa Allah sering menggunakan penyakit maupun penderitaan untuk menegur umat, sedangkan Adam Clarke menyoroti bahwa ajal raja menandakan bahwa manusia tidak kebal terhadap kefanaan dan penghakiman ilahi. Keempat pendapat ini menyoroti bahwa Allah menilai hati dan tindakan, bukan hanya hasil luar.
Penutup: ayat ini mengingatkan kita bahwa iman yang hidup melibatkan penyesuaian hati kita kepada Allah dalam ketaatan, pengakuan dosa, dan percaya bahwa Tuhan tetap memegang kendali atas sejarah meskipun orang-orang berkuasa menentangnya.