Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 16:27 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 16:27 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
bahkan, bagi Allah yang Esa di dalam hikmat-Nya semata-mata itu, oleh karena Yesus Kristus, adalah kemuliaan itu selama-lamanya. Amin.
Roma 16:27 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 16:27 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 11:36 (IDN) »
Karena dari pada-Nya dan oleh-Nya dan kepada-Nya ada segala sesuatu. Kepada-Nyalah kemuliaan itu selama-lamanya! Amin.

1 Timotius 1:17 (IDN) »
Maka segala kehormatan dan kemuliaan bagi Raja yang kekal, yang tiada berkebinasaan dan tiada kelihatan, yaitu Allah yang Esa, selama-lamanya. Amin.

Roma 11:33 (IDN) »
Alangkah dalamnya kekayaan dan hikmat dan pengetahuan Allah, sehingga tiada terselidik segala hukum-Nya dan tiada terduga segala jalan-Nya!
Inti Perspektif: Kemuliaan kepada Allah secara Esa dalam Hikmat-Nya melalui Kristus
Masuk dalam penutup surat Roma, ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan Allah bersinar melalui satu sumber tunggal: hikmat Allah yang mahakuasa dan lahir dalam karya penyelamatan melalui Yesus Kristus. Dalam bahasa yang sangat sintetis, Paulus memuliakan Allah yang Esa karena karya-Nya dalam penyataan hikmat-Nya; melalui Kristus, kemuliaan-Nya dinyatakan dan dipakai bagi kemenangan iman orang percaya.
Konteks Sastra
Roma 16 mengumpulkan salam Panutan Paulus kepada para rekan seiman di Roma dan menekankan persatuan dalam Kristus. Ayat 27 menutup surat dengan doxa—kemuliaan—yang bersumber dari Allah. Frasa "Allah yang Esa di dalam hikmat-Nya semata-mata" menekankan eksklusivitas penyataan ilahi: semua kemuliaan berasal dari satu sumber hikmat Allah, tanpa prasangka penyimpangan manusia. Melalui Kristus, kemuliaan itu beroperasi dalam karya penebusan, pembenaran, dan pemulihan hubungan manusia dengan Tuhan.
Signifikansi Teologis
koneksi Alkitab (refleksi singkat)
- Selaras dengan Filipi 2:11, yang menegaskan bahwa setiap lidah mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa. Penekanan pada kemuliaan Allah melalui otoritas Kristus.
- 1 Korintus 1:24 menempatkan Kristus sebagai hikmat Allah bagi orang percaya, sesuai dengan tema bahwa kemuliaan Allah dinyatakan dalam karya-Nya melalui Kristus. Menegaskan bahwa “kebijaksanaan ilahi” dimeteraikan dalam Kristus.
- Efesus 3:21 menggambarkan kemuliaan Allah yang bekerja dalam Gereja melalui Kristus, menawarkan gambaran bahwa kemuliaan-Nya mempengaruhi umat-Nuda modern dalam komunitas iman. Prinsip yang menyorot kesatuan umat dalam rancangan-Nya.
Pertanyaan untuk renungan
Ringkasan Penutup
Ayat ini menegaskan satu garis tegas: semua kemuliaan Allah berakar dari Dia yang Esa, diungkapkan secara penuh melalui hikmat-Nya dan karya Kristus. Dalam iman kepada-Nya, kemuliaan-Nya tidak terpisah dari kasih-Nya, adil-Nya, dan rencana penyelamatan-Nya bagi dunia. Amin.