Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 16:11 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 16:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Salam kepada Herodion, keluargaku itu. Salam kepada orang isi rumah Narkisus, yang di dalam Tuhan.
Roma 16:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 16:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 16:21 (IDN) »
Salam Timotius, kawan di dalam pekerjaanku, kepada kamu, dan salam keluargaku Lukius dan Yason dan Sosipater.

Roma 16:7 (IDN) »
Salam kepada Anderonikus dan Yunias, keluargaku dan kawanku di dalam penjara, yang termasyhur di antara rasul-rasul, dan yang juga terlebih dahulu daripada aku beriman kepada Kristus.
Roma 16:11 (IDN): Salam kepada Herodion, keluargaku itu. Salam kepada orang isi rumah Narkisus, yang di dalam Tuhan.
Ayat ini berada di bagian penutup surat Paulus kepada jemaat di Roma, ketika ia menyampaikan salam-salam kepada sejumlah individu dan keluarga di antara komunitas percaya. Salam pribadi seperti ini menunjukkan kedekatan, ikatan iman, dan adanya persekutuan nyata di antara mereka yang saling mengenal dalam Kristus. Paulus tidak hanya menuliskan ajaran, tetapi juga menegaskan hubungan kasih persaudaraan di dalam tubuh Kristus.
Makna utama
Paulus memberi salam kepada Herodion, “keluargaku itu,” dan kepada Narkisus beserta keluarganya, menegaskan bahwa identitas rohani mereka lebih kuat daripada batas-batas sosial atau geografis. Dalam konteks Roma, salam ini menandai adanya rumah-rumah di mana iman dihayati melalui persekutuan, doa, dan layanan. Frasa “yang di dalam Tuhan” menekankan bahwa persaudaraan itu berakar pada hubungan dalam Kristus, bukan sekadar kedekatan biologis.
Kemungkinan tema kunci
Cross-references (relevan singkat)
Roma 16:3-5 – Salam kepada Priskha dan Akerkila serta rumah mereka, menunjukkan bagaimana jemaat sering mengaitkan pimpinan rumah tangga dengan pelayanan gereja. Hal ini sejalan dengan penghargaan Paulus terhadap keluarga-keluarga iman yang melayani bersama.
1 Korintus 16:15-18 – Paus menyoroti peran keluarga iman di Korintus sebagai teladan kerja keras dan ketaatan, menguatkan gagasan bahwa rumah-rumah percaya adalah basis hidup rohani mereka.
Galatia 6:10 – “Lakukanlah yang baik kepada semua orang, terutama kepada saudara-saudara seiman.” Menekankan prioritas kasih persaudaraan dalam komunitas percaya.
Pelajaran praktis
Kalau kita adalah bagian dari “keluargaku” bagi sesama percaya, kita dipanggil untuk menjaga saling mendoakan, membantu kebutuhan anggota komunitas, dan membuka rumah untuk mempromosikan persekutuan yang sehat. Salam Paulus mengingatkan kita bahwa iman tidak hanya sebuah keyakinan pribadi, melainkan perjalanan bersama dalam Tuhan.
Inti rangkuman
Roma 16:11 merayakan ikatan rohani dalam Kristus melalui salam yang tulus kepada keluarga-keluarga iman. Keduanya—Herodion sebagai bagian dari keluarga iman, dan Narkisus bersama rumahnya—menegaskan bahwa kehidupan gereja tumbuh dari hubungan yang dipupuk di dalam Tuhan. Pesan praktisnya: bangunlah persekutuan rumah tangga dan jemaat, sehingga kasih Kristus terpancar melalui tindakan nyata.
Catatan editorial: Dalam sumber-sumber komentar publik-domain, beberapa ahli seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan pentingnya kasih persaudaraan yang nyata dan peran rumah tangga sebagai basis pelayanan jemaat. Mereka menekankan bahwa salam seperti ini menegaskan ikatan iman yang melampaui perbedaan latar belakang.