Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 22:1 Amsal 22:2 Amsal 22:3 Amsal 22:4 Amsal 22:5 Amsal 22:6 Amsal 22:7 Amsal 22:8 Amsal 22:9 Amsal 22:10 Amsal 22:11 Amsal 22:12 Amsal 22:13 Amsal 22:14 Amsal 22:15 Amsal 22:16 Amsal 22:17 Amsal 22:18 Amsal 22:19 Amsal 22:20 Amsal 22:21 Amsal 22:22 Amsal 22:23 Amsal 22:24 Amsal 22:25 Amsal 22:26 Amsal 22:27 Amsal 22:28 Amsal 22:29



Amsal 22:6 (IDN) — Menyanggarkan Permulaan Jalannya
Ayat ini menempatkan nasihat praktis bagi orang tua dan pemimpin komunitas: ajarkanlah seorang budak permulaan jalannya yang patut, maka pada masa tuanya tiada ia akan undur dari padanya. Dalam konteks kitab Amsal, nasihat ini berfungsi sebagai pedoman etika pendidikan dan disiplin yang membentuk karakter. Pesan ini tidak hanya menyasar budak secara harfiah, melainkan semua orang muda yang belum terlatih atau belum memahami jalannya hidup yang benar. Pedoman ini menekankan konsistensi pengajaran sejak dini agar nilai-nilai kebijaksanaan melekat sepanjang hidup.
Inti makna ayat
Inti ayatnya adalah tanggung jawab orang dewasa untuk membina kebiasaan baik sejak kanak-kanak. Jika pembinaan itu dilakukan dengan benar—mengarahkan, membimbing, dan memberi teladan yang konsisten—maka di masa lanjut usia orang tersebut akan tetap berjalan di jalur itu. Ayat ini menekankan dampak jangka panjang dari pola didik yang konsisten, bukan sekadar motivasi sesaat.
Tiga tema utama
Refleksi praktis
Implementasinya meliputi pembiasaan rutinitas membaca, menimbang keputusan sehari-hari dengan bijaksana, dan memberi tanggung jawab yang sesuai bagi pemuda. Para orang tua, gembala, dan bos komunitas diundang untuk menunjukkan disiplin diri sendiri serta kasih sayang yang tidak menunda-nunda pembelajaran; sehingga ajaran yang diajarkan tidak sekadar kata-kata, melainkan jalan hidup yang dapat dipraktikkan.
Rujukan lintas (cross-references)
- Amsal 4:13: Memegang teguh ajaran dan tidak meninggalkannya, karena itu menjadi perlindungan bagi hidup. Penekanan pada pengawasan dan pengulangan ajaran berangkat dari prinsip yang sama: pembimbing menolong anak untuk menempuh jalan yang benar.
- Ulangan 6:7: Perintah untuk mendidik anak-anak dengan mengulang-ulang ajaran Tuhan saat duduk, berjalan, berbicara, dan berbaring. Menegaskan bahwa pembelajaran berlangsung sepanjang hari dan dalam konteks keseharian.
- Efesus 6:4: Pemimpin rumah tangga dan orang tua didorong untuk membangun suasana yang memacu anak-anak mengenal kebenaran, dengan penguatan lembut dan disiplin yang tepat.
Sejumlah pandangan historis singkat
Beberapa penafsir berpendapat bahwa maksud “budak” di sini adalah metafora untuk murid atau hamba yang dalam konteks budaya kuno diposisikan sebagai penerima arahan. Nilai inti tetap: ajaran yang teguh sejak dini menghasilkan dampak yang bertahan lama, lebih-lebih bagi mereka yang berada dalam asuhan komunitas gereja atau keluarga yang turut membentuk masa depan.
Pemahaman penyatu
Penekanan utama ayat ini ialah tanggung jawab pendidik untuk menuntun dengan konsisten. Hasilnya adalah stabilitas moral yang terlihat di masa tua. Pembaca diajak melihat bagaimana pola didikan yang penuh kasih namun tegas menciptakan fondasi yang kuat ketika tantangan hidup datang.
Penutup singkat
Amsal 22:6 menegaskan bahwa instruksi yang diberikan pada masa muda memiliki konsekuensi panjang. Tidak hanya menunjukkan pentingnya mengajar, namun juga bagaimana menampilkan teladan hidup yang patut dicontoh. Ketekunan dalam pengajaran membangun masa tua yang setia pada jalan kebenaran.
Versi singkat untuk referensi: ajarkan seorang anak muda jalannya yang benar; di masa tua ia tidak akan menyimpang dari jalan itu.