Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 22:1 Amsal 22:2 Amsal 22:3 Amsal 22:4 Amsal 22:5 Amsal 22:6 Amsal 22:7 Amsal 22:8 Amsal 22:9 Amsal 22:10 Amsal 22:11 Amsal 22:12 Amsal 22:13 Amsal 22:14 Amsal 22:15 Amsal 22:16 Amsal 22:17 Amsal 22:18 Amsal 22:19 Amsal 22:20 Amsal 22:21 Amsal 22:22 Amsal 22:23 Amsal 22:24 Amsal 22:25 Amsal 22:26 Amsal 22:27 Amsal 22:28 Amsal 22:29



Amsal 22:25 (IDN) — Supaya Jangan Engkau Belajar Tingkah Lakunya serta Memasang Jerat Akan Jiwamu
Dalam konteks Amsal 22, manusia diajak bijak memilih pengaruh-pengaruh di sekelilingnya. Ayat ini menyoroti bahaya meniru perilaku orang fasik atau makhluk yang menghalalkan tindakan berbahaya. Dengan kata lain, kebiasaan buruk dan perangai jahat dapat menjerat jiwa kita jika kita membiarkan diri terpedaya oleh contoh yang salah. Penekanan pada ayat ini adalah tanggung jawab pribadi untuk tidak belajar dari pola-pola yang menjerat rohani dan hidup kita.
Makna pokok
Amsal 22:25 menasihati kita untuk berhati-hati terhadap teladan yang bisa menarik kita ke dalam jebakan moral. “Supaya jangan engkau belajar tingkah lakunya serta memasang jerat akan jiwamu” menunjukkan bahwa perilaku buruk bisa diinternalisasi sehingga jiwa kita terikat pada pola yang merusak. Penyeberangan moral yang kecil bisa berkembang menjadi kebiasaan yang merusak hubungan dengan Tuhan, sesama, dan diri sendiri.
Apa yang dibawa ayat ini ke dalam kehidupan sehari-hari?
Tema utama yang terkait
1) Bahaya meniru tingkah laku jahat; 2) Perlunya menjaga kebersihan hati terhadap pengaruh sekeliling; 3) Kewaspadaan rohani sebagai benteng menghadapi jebakan moral.
Cross-references (hubungan alkitabiah)
Pendekatan praktis pada cross-references: hindari lingkungan atau contoh yang secara konsisten mengarah pada tindakan tidak benar; ganti dengan pola hidup yang memuliakan Tuhan.
Refleksi praktis
Renungkan: pada bagian mana hidup Anda yang masih terbuka terhadap “tingkah lakunya” yang bisa menjerat jiwa? Pertimbangkan langkah konkret seperti menjauhi pesan-pesan negatif, membangun disiplin rohani, dan bergaul dengan komunitas yang mendukung pertumbuhan iman.
Ringkasan singkat
Amsal 22:25 mengingatkan kita untuk tidak membiarkan diri terpesona oleh contoh yang keliru. Dengan menghindari pengaruh buruk dan memperkuat kebiasaan rohani yang benar, jiwa kita terlindung dari jerat yang bisa merusak relasi dengan Tuhan dan sesama.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, and Adam Clarke (singkat): Tidak ada kutipan panjang langsung yang diperlukan untuk ayat ini dalam bentuk teks penuh di sini. Namun, pemikiran umum dari para komentator PD (publik domain) menegaskan pentingnya menjaga hati dan teladan yang kita tiru agar tidak terjerat oleh kebiasaan buruk.