Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMikha 6:10 Tafsiran ayat Alkitab
Mikha 6:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Adakah lagi dalam rumah orang fasik beberapa harta dari lalim dan sebuah efa yang kurang dan yang terkutuk?
Mikha 6:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Mikha 6:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amos 3:10 (IDN) »
Karena tiada lagi diketahuinya berbuat barang yang betul, demikianlah firman Tuhan; mereka itu yang mengumpulkan harta benda dalam maligainya dengan pengagah dan perampas.

Amos 8:5 (IDN) »
Katamu: Bila gerangan lalu masaraya bulan baharu, supaya boleh kita menjual gandum, akan hari Sabatpun, supaya boleh kita membukakan segala pelubur kita dengan mengecilkan efa dan membesarkan syikal dan menipu dengan neraca yang salah,

Amsal 20:10 (IDN) »
Bahwa dua macam batu timbangan dan dua macam takaran, keduanya itu sama kebencian kepada Tuhan.
Mikha 6:10 (IDN): Refleksi atas Keadilan ilahi
Setting seketika: Mikha 6 berasal dari nubuat nabi Mikha yang menantang bangsa Israel tentang keadilan, ibadah yang hak, dan integritas sosial. Ayat 10 berada di tengah peringatan bahwa Allah tidak menerima ritual kosong jika hidup mereka masih dipenuhi tindakan lalim. Ayat ini menanyakan secara tegas: apakah masih ada harta dari pelanggaran dan sebuah efa yang terkutuk di rumah orang fasik?
Apa yang diungkap ayat ini tentang Allah dan iman
Ayah Mikha menegaskan bahwa Allah adalah Tuhan keadilan. Ibadah yang sah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan yang benar secara etis. Harta yang diperoleh dengan cara lalim menodai persembahan dan relasi dengan sesama serta meniadakan maksud religius yang sejati. Dalam konteks hukum Musa, efa adalah ukuran berat/kemasan logam yang simbolik bagi kekayaan. Pertanyaan retoris Allah menahan diri dari menerima apa pun yang berasal dari kezaliman, menekankan bahwa relasi antara ibadah dan hidup moral harus menyatu.
Istilah kunci & gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Ayat ini sejalan dengan peringatan nabi Amos tentang ketidakadilan sosial di antara umat Israel dan dengan ajaran Yesus tentang kejujuran dan kasih bagi sesama. Mekanisme di sini menekankan bahwa ibadah tanpa keadilan hidup memanipulasi makna ritual. Pair dengan Ayub 31:1–8 dan Amsal 11:1–3 yang menekankan kejujuran dalam perdagangan dan keseimbangan antara iman dan perbuatan.
Kerangka rujukan silang (singkat)
– Amos 5:24: keadilan mengalir seperti air yang tidak berhenti. Alasannya: tindakan tidak jujur menghambat ibadah sejati.
– Matius 6:24: tidak dapat mengabdi kepada dua tuan; ibadah benar tidak bisa berdiri dengan kezaliman yang merugikan sesama.
– Amsal 21:6: harta diperoleh dengan tipu daya akan berakhir sia-sia.
Aplikasi praktis untuk masa kini
Menilai hidup kita dengan teliti: apakah cara kita memperoleh penghasilan, pekerjaan, atau keuntungan menjunjung keadilan bagi tetangga? Ibadah berkelanjutan menuntut integritas dalam semua hubungan—bisnis, keluarga, komunitas. Allah tidak menerima persembahan jika akar kejahatan meresap di rumah. Peliharalah standar kejujuran, hindari praktik “efanya kurang” yang merugikan orang lain, dan tinggallah dalam kepercayaan hidup yang konsisten antara iman dan tindakan.
Ringkasan humbly: Ayat ini mengajak pembaca untuk menilai ulang bagaimana kita memperoleh kekayaan dan bagaimana kita mempraktikkan iman dalam keseharian. Ibadah yang benar lahir dari hidup yang adil, penuh kasih, dan hormat kepada sesama.
Catatan kutipan langsung (terbatas): Matthew Henry menekankan konsekuensi kejahatan sistemik terhadap ibadah; Albert Barnes menekankan keseimbangan antara praktik moral dan ibadah ritual; Adam Clarke menegaskan bahwa ukuran keadilan meliputi seluruh hidup, bukan sebagian ritual saja. (Kutipan penuh tidak disertakan di sini karena teks asli tidak disediakan; referensi ini disebutkan sebagai sumber panduan umum.)