Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMikha 5:1 Tafsiran ayat Alkitab
Mikha 5:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
(4-14) Sekarang, biarlah engkau menjarah rayah, hai perempuan penjarah! Biarlah kita dikepung dan dipijak berkeliling! Biarlah segala hakim Israel dipalu dengan tongkat pada pipinya!
Mikha 5:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Mikha 5:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ratapan 3:30 (IDN) »
Baiklah dibiarkannya pipinya kepada orang yang menampar dia; baiklah ia kenyang-kenyang dengan kecelaan.

Ayub 16:10 (IDN) »
Mereka itu mengangakan mulutnya kepadaku, mereka itu menampar pipiku dengan kecelaan; bersama-sama mereka itu berkerumun kepadaku.

Ulangan 28:49 (IDN) »
Maka Tuhanpun akan membawa atas kamu suatu bangsa dari jauh, ia itu akan datang dari ujung bumi seperti terbang burung nasar, suatu bangsa yang tiada kamu mengerti bahasanya,
Mikha 5:1 (IDN): Pohon Penatua, Penggambaran tentang Hukuman dan Harapan
Pemahaman utama ayat Mikha 5:1 adalah gambaran bakal penghukuman terhadap Yerusalem yang didesak oleh musuh, serta keunggulan bagi orang-orang yang setia menanti Mesias yang datang dari antara bangsa-bangsa. Ayat ini menyeimbangkan nuansa beratnya penghakiman dengan janji pemulihan bagi Israel yang setia kepada Allah. Secara konteks, Mikha menubuhkan pesan keadilan ilahi yang bertepuk tangan dengan harapan akan keselamatan ilahi yang akan datang melalui lini keturunan Daud.
Konteks sastra dan alur pemikiran
Bagian ini berada dalam bingkai nabi Mikha yang menegaskan bahwa Allah mengadili kemunafikan sosial, ketidakadilan ekonomi, dan penindasan di antara bangsanya. Bab-bab sebelumnya memaparkan penyataan tentang kebohongan pemimpin dan kerusakan kota. Ayat 1 secara khusus menggambarkan serangan terhadap Yerusalem: musuh akan mengepung dan memperlakukan hakim-hakim dengan tindakan menghajar. Gambaran ini bukan sekadar kekerasan fisik, melainkan simbolik dari kekacauan hukum dan penindasan yang menimpa bangsa. Di tengah ancaman, Mikha menyiapkan harapan melalui penggenapan janji Allah kepada keturunan Daud dan pemulihan masa depan bagi umat Allah.
Gambaran teologis utama
Penghukuman yang disebut di sini menekankan keadilan Allah terhadap ketidaksetiaan imam, penguasa, dan bangsanya. Namun janji Mesias yang lahir dari antara orang-orang kecil menunjukkan potensi pemulihan: raja damai yang akan datang membawa keadilan, kedamaian, dan pemulihan hubungan dengan Allah. Dengan demikian, ayat ini menyeimbangkan nada muram dengan harapan ilahi yang menyertai rencana keselamatan Allah bagi umat-Nya.
Cross-references (hubungan dengan bagian lain Alkitab)
Cara pemaknaan lintas kitab ini memperlihatkan konsistensi tema keadilan Allah yang tidak membatalkan kasih-Nya, dan bagaimana Allah tetap berpegang pada rencana keselamatan lewat garis keturunan Daud hingga masa Mesias.
Pertanyaan reflektif
Kesimpulan singkat
Ayat Mikha 5:1 menegaskan bahwa meskipun ada penghakiman yang menggoncangkan, Allah tidak akan kehilangan rencana-Nya untuk memulihkan umat-Nya. Harapan dinyatakan melalui janji keturunan Daud dan kedatangan Mesias, seorang pemimpin yang membawa keadilan, damai, dan pemulihan bagi umat-Nya. Dalam konteks kita, ayat ini mengundang kesetiaan, pengakuan dosa, dan iman kepada pekerjaan Allah yang sedang dan akan sempurna digenapi dalam Kristus.
Catatan singkat tentang sumber (tanpa kutipan panjang)
Para editor mengacu pada pemikiran umum para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke untuk menonjolkan sifat keadilan Allah dan harapan pemulihan. Referensi silang dan interpretasi dipakai secara ringkas untuk memfasilitasi pemahaman tanpa menyalin teks panjang mereka.