Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMikha 5:15 Tafsiran ayat Alkitab
Mikha 5:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
(5-14) Dan lagi Aku akan membalas dengan geram dan kehangatan murka-Ku kepada segala bangsa kafir yang tiada mau mendengar.
Mikha 5:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Mikha 5:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 149:7 (IDN) »
supaya dilakukan pembalasan kepada segala orang kafir dan siksa atas segala bangsa;

Mikha 5:8 (IDN) »
(5-7) Bahkan, orang yang lagi tinggal dari pada Yakub akan ada di antara segala bangsa, di antara bangsa yang besar-besar, seperti singa di antara segala binatang yang di hutan, seperti singa yang ganas di antara segala kawan domba, barang yang diterkamnya itu ditekankannya dengan kakinya dan dirampasnya, sehingga seorangpun tiada dapat meluputkan dia.

2 Tesalonika 1:8 (IDN) »
dengan api yang bernyala, membalas atas segala orang yang tiada mengaku Allah, dan atas segala orang yang tiada mau menurut Injil Tuhan kita Yesus.
Mikha 5:15 (IDN) — Imbalan atas Kemurtadan Bangsa-Bangsa
Penggalan konteks: Mikha 5 berfokus pada harapan bagi bangsa yang sederhana dan rendah hati, terutama kemuliaan kelahiran pengelana yang disebut sebagai “gugus hari akhir” dari Betlehem Efrata. Ayat 15 menubuatkan bahwa Tuhan akan membalas dengan geram dan murka-Nya terhadap segala bangsa kafir yang menolak mendengar panggilan-Nya.
Apa yang dinyatakan teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak pasif menghadapi kekerasan, kefasikan, dan penolakan umat manusia. Ketika umat-Nya diperlakukan secara tidak adil atau ketika bangsa-bangsa menentang kehendak Tuhan, Allah menegakkan keadilan-Nya dengan cara-Nya sendiri: pembalasan yang adil, dilandasi oleh kemurnian kasih-Nya terhadap umat yang setia. Dalam konteks Mikha, ini juga menguatkan tema bahwa umat Allah tidak akan dibiarkan tanpa respons ilahi terhadap ketidakadilan dunia.
Kata kunci dan gambaran penting
Cross-references yang relevan
Penjelasan singkat: Meski firman Mikha menyinggung pembalasan, konteks kitab ini juga menekankan harapan pemulihan bagi umat Allah yang benar. Pembalasan ilahi dipersepsikan dalam kerangka keadilan-Nya yang sempurna, bukan semata kekerasan tanpa tujuan.
Konteks teologi dan pengajaran iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak membiarkan keadilan-Nya ditunda tanpa respon. Namun, panggilan iman tetap: umat-Nya diajak taat, hidup benar di hadapan Tuhan, dan berpegang pada kasih-Nya meskipun dunia menentang. Dalam dunia modern, ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah memegang kendali atas sejarah, dan pemeliharaan-Nya bagi umat-Nya menuntut respon iman yang setia dan bergantung pada hikmat-Nya.
Aplikasi masa kini
- Percayalah bahwa Allah mengawasi ketidakadilan dan karya-Nya akan mendatangkan keadilan pada waktunya.
- Tetap setia pada umat-Nya meski nilai-nilai dunia menentang; biarkan keadilan-Nya bekerja melalui hidup yang taat.
- Doakan bagi bangsa-bangsa agar mereka mendengar panggilan Allah dan bertobat, agar jalan-Nya dapat dinyatakan secara luas.
Ringkasan
Ayat Mikha 5:15 menegaskan bahwa Tuhan akan membalas dengan geram dan murka-Nya terhadap bangsa kafir yang menolak panggilan-Nya. Dalam konteks Mikha, ini disampaikan sebagai bagian dari perwujudan keadilan ilahi yang melindungi umat-Nya dan menuntun umat manusia menuju pemulihan melalui ketaatan kepada Tuhan.