Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMikha 7:1 Tafsiran ayat Alkitab
Mikha 7:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Wai bagiku! Karena adalah halku seperti kalau sudah habis pupul agung, kalau sudah habis petikan buah anggur yang terkemudian itu; sebiji buah anggur tiada lagi akan dimakan; cuma-cuma aku ingin akan buah ara yang masak!
Mikha 7:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Mikha 7:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Hosea 9:10 (IDN) »
Bahwa Aku sudah mendapat Israel seperti buah anggur di padang belantara. Aku memandang kepada nenek moyang kamu seperti kepada buah pohon ara yang baharu pada permulaannya; maka mereka itu sudah pergi mendapatkan Baal Peor dan diserahkannya dirinya kepada berhala tahi itu dan mereka itu menjadi keji seperti barang yang disukainya.

Yesaya 28:4 (IDN) »
Pada masa itu karangan bunga yang sengajakan layu dan yang indah-indah rupanya di atas kepala lembah yang sangat gemuk itu akan seperti buah ara yang masak dahulu dari pada musim buah, baharu dilihat orang akan dia, diambilnya dengan tangannya lalu ditelannya.

Yesaya 24:13 (IDN) »
Tetapi di tengah-tengah tanah di antara segala bangsa itu didapati lagi akan orang seperti buah pohon zait yang telah digoyang, dan seperti pungutan yang kemudian setelah sudah buah anggur habis dipetik.
Tikungan Tekstual Mikha 7:1 (IDN)
Setting langsung: Mikha 7 menyiratkan suasana harapan yang tertekan di Yerusalem pada masa para pengasingan kecil. Dalam ayat ini, Mikha merinci kehampaan sesudah masa-masa kelimpahan rohani maupun materi. Ketika bangsa telah menolak jalan Tuhan, kehausan akan buah-buah keselamatan terasa kosong. Ayat 1 menggambarkan keadaan pribadi nabi yang meresapi kekosongan rohani di sekelilingnya—seperti musim panen yang telah usai, tidak ada buah yang tersisa untuk dimakan. Frasa ini menegaskan bahwa tidak ada lagi kepastian dalam dunia manusia; hanya ada keinginan yang terpendam terhadap sesuatu yang memuaskan.
Apa yang ditegaskan teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa tanpa pertolongan Allah, manusia menemukan dirinya terjebak dalam kekurangan yang menyesakkan. Meski Mikha mengungkapkan kegetiran keadaan, nada ayat juga menyiapkan janji pemulihan yang lebih luas: Allah sanggup memulihkan, membawa harapan meskipun kelabu. Dalam konteks kitab Mikha, Tuhan memedulikan keadaan umat-Nya yang kecil, menghargai kejujuran yang meratapi kekurangan, dan menuntun menuju pertobatan serta pemulihan masa depan.
Cross-referensi yang relevan
Penjelasan singkat hubungan: Mikha menempatkan umat pada posisi kerinduan yang jujur terhadap pemenuhan ilahi. Referensi di Yesaya menekankan kebutuhan pertobatan dan ketergantungan pada Tuhan, sementara Mazmur 90:14 mengarahkan pandangan pada pemulihan yang Allah janjikan pada waktu-Nya.
Penjelasan makna bagi jemaat masa kini
Ayat ini mengajak pembaca untuk mengenali saat-saat kekosongan rohani yang bisa muncul meski berada di tengah kenyamanan materi. Ketika semua persediaan dunia tampak habis, iman menuntun ke arah ketergantungan pada Tuhan. Allah tidak menutup diri terhadap orang yang meratap; sebaliknya, Dia menuntun melalui kegelapan menuju pemulihan, harapan, dan buah‑buah rohani yang lebih dalam.
Inti penerapan praktis
Catatan singkat tentang sumber otoritatif (kutipan singkat dari tokoh PA publik domain): “Manusia tidak dapat memuaskan hatinya dengan kepunyaan dunia; hanya Allah yang dapat memberi kepuasan sejati.” (parafrase nuansa umum karya Matthew Henry, Adam Clarke, dan Albert Barnes; tidak menyalin verbatim pernyataan panjang).