Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMikha 7:5 Tafsiran ayat Alkitab
Mikha 7:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Jangan lagi percaya akan sahabat, jangan lagi harap pada taulan; peliharakanlah lidahmu dari pada perempuan yang berbaring dalam ribaanmu.
Mikha 7:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Mikha 7:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 9:4 (IDN) »
Peliharakanlah dirimu masing-masing dari pada sahabatnya dan janganlah kamu harap pada barang seorang suadara, karena saudara memperdayakan saudara dan sahabat mengumpat sahabat.

Matius 10:16 (IDN) »
Ingatlah olehmu, Aku ini menyuruhkan kamu seperti domba di antara serigala. Sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular, dan tulus hati seperti burung merpati.

Makna Ringkas Mikha 7:5
Inti pesan ayat ini adalah waspada terhadap kepercayaan terhadap orang yang dekat secara emosional maupun hubungan dekat. Mikha menasihatkan agar kita tidak terlalu bergantung pada sahabat, taulan, atau orang yang biasa kita andalkan, karena pengkhianatan atau kekecewaan bisa datang dari mana saja. Pada intinya, hikmat diungkapkan: jagalah lidahmu, hindarilah godaan berbuat curang atau menaruh harapan pada sumber yang bisa mengecewakan.
Latar Kontekstual
Mikha 7 berada dalam bagian yang menyoroti kejatuhan dan keraguan umat Israel/Yudea di tengah pengkhianatan dan korupsi sosial. Praduga keadilan manusia sering gagal; ketika kejahatan merajalela, pengharapan pada manusia mudah berujung kecewa. Ayat ini menekankan ketaatan kepada Allah sebagai sumber kebenaran yang tidak berubah, sementara hubungan antarmanusia perlu dijaga dengan kebijaksanaan yang berhati-hati.
Pengamatan Interpretatif
Gambaran Tema Utama
Rujukan Sehubungan (Cross-References)
Nuansa Penafsiran dari Pujangga-Pujangga Perkotaan (Ringkas)
Beberapa penafsir publik domain lama menyoroti bahwa janji manusia mudah berubah, sedangkan keterikatan kita seharusnya tidak tergantung pada kondisi dunia. Mereka menekankan perlunya kebijakan dalam menjaga mulut dan menjaga harapan pada sumber kekuatan yang tidak berubah, yaitu Tuhan.
Intisari Praktis
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, or Adam Clarke are included only as brief indications where applicable; no long quotations are reproduced.
Penutup
Ayat ini mengundang pembaca untuk menilai ulang kebergantungan pada manusia dan menegaskan perlunya menjaga integritas diri melalui lidah yang bijak, sambil tetap menanti pertolongan Allah yang setia di tengah kegoncangan moral dunia.