Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 10:1 Matius 10:2 Matius 10:3 Matius 10:4 Matius 10:5 Matius 10:6 Matius 10:7 Matius 10:8 Matius 10:9 Matius 10:10 Matius 10:11 Matius 10:12 Matius 10:13 Matius 10:14 Matius 10:15 Matius 10:16 Matius 10:17 Matius 10:18 Matius 10:19 Matius 10:20 Matius 10:21 Matius 10:22 Matius 10:23 Matius 10:24 Matius 10:25 Matius 10:26 Matius 10:27 Matius 10:28 Matius 10:29 Matius 10:30 Matius 10:31 Matius 10:32 Matius 10:33 Matius 10:34 Matius 10:35 Matius 10:36 Matius 10:37 Matius 10:38 Matius 10:39 Matius 10:40 Matius 10:41 Matius 10:42



Matheus 10:16 (IDN) — Makna singkat
Ingatlah olehmu, Aku ini menyuruhkan kamu seperti domba di antara serigala. Sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular, dan tulus hati seperti burung merpati.
Latar belakang konteks
Kata-kata ini adalah bagian dari pengarahan Yesus kepada murid-muridnya sebelum mereka pergi memberitakan Injil. Mereka diutus ke lingkungan yang penuh bahaya, penolakan, dan ancaman. Perumpamaan domba di antara serigala menegaskan kebutuhan kewaspadaan dan kematangan. Namun, Tuhan menuntun umat-Nya untuk tetap murni hati dan lurus dalam tindakan, meskipun berada di tengah tekanan dunia yang congkak dan menolak kebenaran.
Observasi utama penafsiran
Penafsiran praktis singkat
Cross-references (hubungan alkitabiah)
Beberapa bagian lain menyoroti keseimbangan antara hikmat dan tulus hati:
Hubungan-hubungan ini menegaskan bahwa perlunya kita menjaga dua sisi: jika kita pandai secara praktis, kita tetap harus suci dalam niat dan kasih.
Rangkuman tafsiran
Injil memanggil murid-murid untuk bersikap bijak dalam menghadapi ancaman, tanpa kehilangan integritas. cerdik seperti ular melambangkan strategi yang tidak memanfaatkan kekerasan, melainkan menghindar dari jebakan dan menghadapi situasi dengan hikmat. tulus hati seperti burung merpati menegaskan bahwa kasih, kesetiaan, dan motivasi murni tidak boleh hilang karena tekanan dunia. Afirmasi ini bukan ajaran untuk bersikap pasif, melainkan ajaran untuk bertindak dengan integritas, bijak, dan penuh kasih saat mewartakan kabar baik.
Rujukan singkat: prinsip keseimbangan antara hikmat duniawi yang tidak menyalahi Firman Allah dan kemurnian hati yang mengutamakan kasih terhadap sesama.