Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 10:1 Matius 10:2 Matius 10:3 Matius 10:4 Matius 10:5 Matius 10:6 Matius 10:7 Matius 10:8 Matius 10:9 Matius 10:10 Matius 10:11 Matius 10:12 Matius 10:13 Matius 10:14 Matius 10:15 Matius 10:16 Matius 10:17 Matius 10:18 Matius 10:19 Matius 10:20 Matius 10:21 Matius 10:22 Matius 10:23 Matius 10:24 Matius 10:25 Matius 10:26 Matius 10:27 Matius 10:28 Matius 10:29 Matius 10:30 Matius 10:31 Matius 10:32 Matius 10:33 Matius 10:34 Matius 10:35 Matius 10:36 Matius 10:37 Matius 10:38 Matius 10:39 Matius 10:40 Matius 10:41 Matius 10:42



Gambaran Umum
Mazmur sepanjang Matius pasal 10 menampilkan amanat Yesus kepada murid-murid-Nya tentang pengutusan, risiko, dan pemeliharaan Allah. Pada ayat 31, pesan utama adalah peneguhan bagi umat percaya untuk tidak takut, karena Tuhan memperhatikan setiap orang kecil, bahkan burung pipit yang tampak sepele. Ayat ini berfungsi sebagai pengingat bahwa nilai manusia di mata Allah jauh melampaui perhatian-Nya terhadap ciptaan-Nya yang paling rendah.
Ayat: Matius 10:31 (IDN)
Oleh yang demikian, janganlah kamu takut; karena kamu ini terlebih indah daripada burung pipit yang banyak itu.
Makna utama ayat ini dalam konteks pasal
Yesus menegaskan bahwa pengikut-Nya tidak perlu hidup dalam kecemasan sebatas kekuatan manusia. Dalam konteks pengutusan, Ia memperingatkan tentang ancaman, pengkhianatan, dan penderitaan yang mungkin dihadapi murid-murid. Namun, pedoman-Nya adalah kepercayaan yang berakar pada perhatian Allah. Jika Allah peduli bahkan pada burung pipit, bagaimana mungkin Ia tidak memperhatikan orang-orang yang diberi tanggung jawab untuk membawa kabar Kerajaan-Nya?
Segi spiritual utama yang ditekankan
1) Ketergantungan pada pemeliharaan ilahi: Allah adalah Pelindung dan Pemberi kebutuhan. 2) Nilai manusia di mata Allah: manusia, yang dibentuk menurut gambar-Nya, memiliki harga yang lebih tinggi daripada ciptaan-Nya yang lain. 3) Dorongan berani: iman menumbuhkan keberanian untuk melangkah dalam tugas hidup, meski dengan risiko.
Rujukan lintas yang relevan
Penafsiran para penafsir berpengalaman (ringkas)
Beberapa penafsir klasik menekankan bahwa frasa “janganlah kamu takut” adalah seruan untuk kepercayaan yang kreatif dalam situasi pengutusan. Mereka menekankan bahwa perhatian Allah pada murid-murid-Nya bukan karena mereka bebas dari bahaya, melainkan karena mereka telah ditempatkan dalam rencana Ilahi. Sementara itu, fokus pada “lebih indah daripada burung pipit” menegaskan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang berharga.
Aplikasi praktis
Bagian penutup: arti keseluruhan dalam kitab
Ayah ajaran Yesus di sini menuntun kita melihat relasi kita dengan Allah secara positif: kita dipanggil untuk tugas, bukan hidup dalam kekhawatiran, karena kasih dan perhatian Allah menjangkau kita lebih dalam daripada perhatian-Nya pada ciptaan lain. Dalam konteks awal Matius, pesan ini menegaskan bahwa disiplin iman melibatkan keberanian yang lahir dari keyakinan akan pemeliharaan-Nya.
Referensi silang singkat
Rujukan singkat: lihat juga tema pemeliharaan Allah (Lukas 12; Yesaya 41; 1 Yohanes 4). Menimbang konteks panggilan dan perlindungan, ayat ini menuntun pembaca untuk menilai pose iman dalam menghadapi tantangan hidup dengan kepercayaan pada penyelenggaraan-Nya.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan dalam bentuk ringkas: beberapa ide umum yang sesuai dengan teks ditempatkan dalam narasi ini, tanpa mengutip teks panjang secara langsung.