Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 10:1 Matius 10:2 Matius 10:3 Matius 10:4 Matius 10:5 Matius 10:6 Matius 10:7 Matius 10:8 Matius 10:9 Matius 10:10 Matius 10:11 Matius 10:12 Matius 10:13 Matius 10:14 Matius 10:15 Matius 10:16 Matius 10:17 Matius 10:18 Matius 10:19 Matius 10:20 Matius 10:21 Matius 10:22 Matius 10:23 Matius 10:24 Matius 10:25 Matius 10:26 Matius 10:27 Matius 10:28 Matius 10:29 Matius 10:30 Matius 10:31 Matius 10:32 Matius 10:33 Matius 10:34 Matius 10:35 Matius 10:36 Matius 10:37 Matius 10:38 Matius 10:39 Matius 10:40 Matius 10:41 Matius 10:42



Matius 10:23 (IDN)
Ayat ini merupakan bagian dari amanat Yesus kepada murid-muridnya saat mereka diutus berladang misi. Ia mengarahkan mereka bagaimana menghadapi penolakan dan penganiayaan saat memberitakan kerajaan Allah. Dalam konteks perjalanan pelayanan di antara bangsaan Israel, Kristus menugaskan para murid untuk bergerak dari satu kota ke kota lain ketika menghadapi penolakan, karena misi itu bersifat menyebar secara luas hingga genapnya tujuan pemberitaan di tanah Israel sebelum kedatangan Anak Manusia.
Poin utama ayat
Inti pesan adalah kesiapan untuk berpindah tempat, bukan berputus asa ketika menghadapi tekanan. Tuhan tidak menjanjikan kenyamanan tanpa hambatan, tetapi memampukan mereka untuk melanjutkan pekerjaan di tempat lain sampai Ekspansi kerja Tuhan mencapai seluruh wilayah yang diamanatkan.
Tema-tema kunci
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain Perjanjian Baru menyoroti tema pengusiran ketika memberitakan Injil dan berpindah tempat untuk melanjutkan pekerjaan:
Pemahaman praktis
Dalam kehidupan sehari-hari, ayat ini mengajak kita: tidak terlalu melekat pada tempat atau kenyamanan pelayanan ketika ada kesempatan untuk melayani di tempat lain. Ketaatan pada panggilan Allah berarti siap meninggalkan zona nyaman demi melanjutkan pekerjaan-Nya di tempat yang Tuhan tetapkan berikutnya. Kesediaan bergerak juga mencerminkan kepercayaan bahwa Tuhan memimpin langkah-langkah kita secara berurutan menuju tujuan-Nya yang lebih luas.
Gambaran historis dan teologis singkat
Secara historis, misi para murid berangkat dari rumah ibadah Yahudi dan menghadapi penolakan. Secara teologis, Yesus menegaskan bahwa penyebaran Injil tidak berhenti pada sebuah kota karena tanggung jawab misi bersifat dinamis dan progresif, sampai kedatangan Anak Manusia.
Ringkasan penutup
Ayat ini menegaskan komponen praktis dari pengutusan: kesiapan berpindah kota ketika penganiayaan muncul, dengan iman bahwa rencana Allah melanjutkan pekerjaan-Nya hingga semua wilayah Israel terpenuhi sebelum kedatangan-Nya kembali.
Cuplikan dari komentar klasik (IDN)
Beberapa ahli berpendapat bahwa tindakan beranjak ke negeri lain menunjukkan kemerdekaan panggilan misi yang tidak terikat pada pulau kursi kota. Mereka menekankan bahwa kesetiaan murid adalah mengikuti kehendak Tuhan meski jalan berliku.
Catatan singkat: kutipan spesifik dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dapat ditemukan dalam sumber publik-domain yang relevan. Jika diperlukan, saya bisa menyusun kutipan singkat yang sesuai.