Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMikha 7:14 Tafsiran ayat Alkitab
Mikha 7:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Gembalakanlah umat-Ku dengan tongkatmu, kawan domba pusakamu, yang diam dalam hutan dengan sunyinya; biarlah ia makan rumput di tengah-tengah Karmel dan di Bazan dan di Gilead seperti pada zaman dahulu!
Mikha 7:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Mikha 7:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 23:1 (IDN) »
Mazmur Daud. Bahwa Tuhan itulah gembalaku, maka tiada aku akan kekurangan suatupun.

Yesaya 49:10 (IDN) »
Tiada mereka itu akan berlapar atau berdahaga dan panas terik atau panas mataharipun tiada akan menyakiti mereka itu, karena mereka itu akan dipimpin oleh Murahimnya, yang membawa akan mereka itu dengan perlahan-perlahan kepada pancaran air.

Mikha 5:4 (IDN) »
(5-3) Maka Iapun akan menyatakan dirinya dan kerajaanlah Ia dengan kuasa Tuhan dan dengan kemuliaan nama Tuhan, Allahnya; maka mereka itu akan duduk, karena Iapun akan besar sampai kepada segala ujung bumi!
Makna Langsung Mikha 7:14
Gembalakanlah umat-Ku dengan tongkat-Mu, kawan domba pusakamu, yang diam dalam hutan dengan sunyinya; biarlah ia makan rumput di tengah-tengah Karmel dan di Bazan dan di Gilead seperti pada zaman dahulu!
Latar belakang konteks
Buku Mikha berisi nubuat mengenai pemulihan umat Israel serta panggilan untuk memulihkan integritas sosial dan spiritual. Mikha menubuhkan gambar gembala atas umat Allah, menekankan perlunya pemimpin yang peduli, mengayomi, dan mengarahkan umat dalam jalan Tuhan. Ayat ini muncul dalam bagian akhir nubuat Mikha, ketika umat menghadapi hukuman lalu diundang pada pemulihan dan kepemimpinan ilahi. Frasa “rumah-domba pusaka” menegaskan umat pilihan Allah, sementara konteks geografis—Karmel, Bazan, Gilead—menggambarkan wilayah yang diasosiasikan dengan perawatan keselamatan ilahi sejak zaman nenek moyang.
Observasi interpretatif
Pengamatan tematik
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Cross-references: - Matius 9:36; Yohanes 10:11-14: menunjukkan gagasan Yesus sebagai Gembala yang memperhatikan orang banyak dan melepaskan perlindungan bagi kawanan-Nya. - mazmur pasal-pasal yang menggambarkan Tuhan sebagai Gembala (Mis. Mazmur 23): menegaskan relasi kasih dan perlindungan Allah atas umat-Nya. - Yeremia 31:10-12: janji pemulihan umat Israel dan kepemimpinan ilahi sebagai Gembala yang membawa kembali kawanan-Nya.
Penjelasan singkat: Mikha menekankan pemulihan kedekatan antara Tuhan dan umat-Nya melalui pemimpin yang bertanggung jawab, sambil mengaitkan pemulihan tersebut dengan gambaran wilayah beriman yang pernah dialami bangsa Israel.
Kutipan pendek dari tokoh komentator berpublik-domain (jika relevan)
Catatan singkat: Writings from Adam Clarke, Matthew Henry, dan Albert Barnes sering dipakai untuk memahami nuansa konteks kitab Mikha secara historis-kemasyarakatan; jika ada kutipan langsung singkat dari mereka dalam teks sumber, akan dicantumkan secara ringkas di bagian ini.
Aplikasi praktis singkat
Penutup: Ayat ini mengundang iman untuk percaya bahwa Tuhan, sebagai Gembala, akan membawa umat-Nya ke tempat yang aman dan subur, sebagaimana Dia telah berbuat sejak zaman nenek moyang. Kepemimpinan yang peduli dan jalan hidup yang setia menjadi bagian penting dari pemulihan komunitas umat Allah.