Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 8:5 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 8:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Katamu: Bila gerangan lalu masaraya bulan baharu, supaya boleh kita menjual gandum, akan hari Sabatpun, supaya boleh kita membukakan segala pelubur kita dengan mengecilkan efa dan membesarkan syikal dan menipu dengan neraca yang salah,
Amos 8:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 8:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Hosea 12:7 (IDN) »
(12-8) Maka Efrayim itu seorang orang Kanani, pada tangannya adalah neraca penipu, dan berbuat aniaya itulah kesukaannya.

Nehemia 13:15 (IDN) »
Maka pada masa itu juga terlihatlah aku akan beberapa orang di dalam Yehuda yang mengirik apitan pada hari sabat, dan yang membawa masuk berkas-berkas, yang dimuatkannya di atas keledai, dan lagi air anggur dan buah anggur dan buah ara dan segala jenis muatan, yang dibawanya masuk ke dalam Yeruzalem pada hari sabat; maka kugusar akan mereka itu pada suatu hari yang dijualnya makanan.

Mikha 6:10 (IDN) »
Adakah lagi dalam rumah orang fasik beberapa harta dari lalim dan sebuah efa yang kurang dan yang terkutuk?
Amos 8:5 (IDN) — Menyakinkan diri dengan kelicikan perdagangan
Pokok interpretasi utama: Pasal ini mengecam sikap orang-orang yang beragama tampak saleh sambil memburu keuntungan dengan cara menipu dalam urusan jual-beli, terutama terkait hari Sabat dan ukuran timbangan. Amos menegaskan bahwa tindakan semacam itu memfitnah integritas ibadah mereka sendiri dan melanggar moral hukum Allah, bukan sekadar masalah teknis dagang.
Rangka konteks sastra
Amos menulis sebagai nabi yang menegur ketidaksetiaan umat Israel di Utara. Bab 8 berfokus pada korupsi pasar dan pelanggaran hukum moral yang menyamar di balik religiusitas. Ketika para pedagang bersikap oportunis—menunda sabat, memperkecil efa, memperbesar syikal, dan menipu dalam neraca—mereka meniadakan keadilan bagi yang lemah. Ini bukan soal pelanggaran aturan teknis semata, melainkan kegagalan merespons panggilan Allah untuk kejujuran, empati, dan pemeliharaan hak sesama.
Makna teologis penting
Seruan Amos menempatkan kejujuran ekonomi sebagai bagian dari ibadah sejati. Allah menginginkan keseimbangan, tidak hanya ritual sabat yang diindahkan tetapi juga keadilan dalam pasar. Penggandaan beban bagi mereka yang membutuhkan, manipulasi ukuran, dan penipuan neraca adalah bentuk penyembahan yang berlarutan secara moral. Ayat ini menegaskan bahwa tindakan ekonomi yang curang mengkhianati relasi antara manusia dan Tuhan, karena keadilan social adalah bagian dari kerajaan Allah di bumi.
Rujukan silang yang relevan
Pertanyaan reflektif
Inti kesimpulan
Amos 8:5 menyoroti masalah sistemik: ketidakseimbangan ekonomi yang dibungkus religiusitas. Kejujuran dalam ukuran, neraca, dan praktik sabat adalah bagian dari ibadah yang benar. Jika kita menakar hidup dengan standar kejujuran yang kompak, kita memetakan hidup kita pada kasih Allah yang adil bagi semua orang.
Kutipan singkat dari sumber teolog publik domain (ringkas)
Beberapa tafsiran berpendapat bahwa praktik dagang yang curang adalah oposisi langsung terhadap keseimbangan sosial yang diinginkan Allah. Mereka menekankan bahwa tindakan ekonomi yang tidak adil adalah bentuk pemberontakan moral, bukan sekadar kelalaian bisnis.
Catatan tentang kutipan langsung para komentator publik domain: jika ada kutipan pendek dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan, akan disebutkan secara terpisah di bagian ini. Saat ini, inti pandangan mereka memberi landasan umum bahwa kejujuran perdagangan adalah bagian integral dari hidup beriman.