Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 12:7 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 12:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
(12-8) Maka Efrayim itu seorang orang Kanani, pada tangannya adalah neraca penipu, dan berbuat aniaya itulah kesukaannya.
Hosea 12:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 12:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mikha 6:10 (IDN) »
Adakah lagi dalam rumah orang fasik beberapa harta dari lalim dan sebuah efa yang kurang dan yang terkutuk?

Amos 8:5 (IDN) »
Katamu: Bila gerangan lalu masaraya bulan baharu, supaya boleh kita menjual gandum, akan hari Sabatpun, supaya boleh kita membukakan segala pelubur kita dengan mengecilkan efa dan membesarkan syikal dan menipu dengan neraca yang salah,

Amsal 11:1 (IDN) »
Bahwa neraca yang salah itu kebencian pada Tuhan, tetapi batu timbangan yang betul itulah kesukaannya.
Hosea 12:7 (IDN): Ringkas konteks dan makna utama
Dalam konteks Kitab Hosea, nubuat ini menyoroti kefasikan Efrayim dan kebohongan perdagangan sebagai lambang hati mereka yang mementingkan keuntungan batin daripada kebenaran dan keadilan. Ayat ini menggambarkan Efrayim sebagai "orang Kanani" (orang luar atau pendatang dalam kelompok bangsa Israel sendiri) yang memilih jalan tipu daya dan penindasan sebagai gaya hidupnya. Ayat ini berfungsi sebagai sindiran keras terhadap penyembahan berhala yang bercampur dengan praktik tidak adil, yang pada akhirnya menyebabkan kejatuhan moral dan social Israel utara.
Makna inti ayat
Ayat ini menuduh Efrayim untuk memegang neraca penipu sebagai simbol tindakan mereka yang mengutamakan laba pribadi secara tidak adil. Penyangkalan keadilan dan upaya menipu orang lain menjadi ciri khas perilaku mereka. Pesan tegas ini menuntut pertobatan dan menyingkap bahwa ibadah tanpa hidup yang benar di tengah ketidakadilan tidaklah berkenan di hadapan Tuhan.
Tema utama
Cross-reference yang relevan
- Yeremia 9:6 mengingatkan bahwa di antara umat Allah ada jalan yang menipu dan tidak adil; peringatan ini sejalan dengan kritik Hosea terhadap praktik dagang yang curang. Penjelasan singkat: keduanya menyoroti bagaimana kemurnian ibadah teruji melalui keadilan rela berbagi kebenaran di pasar dan hubungan sosial.
- Amalan keadilan sosial juga diangkat dalam Mikha 6:12-13, yang menyoroti bahwa kekayaan tanpa integritas tidak dapat mengimbangi ketidakadilan negeri. Penjelasan singkat: mengingatkan bahwa Tuhan menghitung setiap tindakan dagang sebagai bagian dari ibadah hidup.
Refleksi praktis
Bagaimana kita menimbang keadilan dalam tindakan sehari-hari? Ayat ini menantang kita untuk menilai: apakah cara kita bekerja, bertransaksi, atau berinteraksi satu sama lain mencerminkan kasih dan kejujuran? Pertobatan bukan hanya soal kata-kata ibadah, melainkan perubahan konkret dalam cara kita memperlakukan sesama dan menimbang konsekuensi moral dari tiap keputusan.
Inti penutup
Ayat Hosea 12:7 menyampaikan peringatan tegas bahwa kekayaan dan keuntungan tidak dapat menggantikan kejujuran dan kebenaran di hadapan Allah. Efrayim dicap sebagai contoh orang yang mengutamakan penipuannya; tujuan Hosea adalah memanggil umat untuk kembali kepada hidup yang selaras dengan kebenaran ilahi, terutama dalam hubungan mereka dengan sesama dan dengan Tuhan.
Rangkaian inaplikasi singkat
Catatan singkat tentang sumber makna: antara lain sejalan dengan pandangan para komentator publik-domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke yang menekankan bahwa kedengkian dan ketidakadilan dalam urusan perdagangan adalah tanda hati yang menyeleweng dari Tuhan. (Referensi singkat: ringkas pandangan umum mereka tentang ketidakadilan sosial sebagai bagian dari penilaian kehendak Allah terhadap umat-Nya.)