Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 12:14 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 12:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
(12-15) Bahwa Efrayim sudah membangkitkan murka-Nya amat sangat, sebab itu salah darahnya tertanggunglah atasnya; maka Huapun akan membalas kepadanya segala kecelaannya.
Hosea 12:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 12:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yehezkiel 18:13 (IDN) »
dan makan rubiah dan menerima laba yang keji; bolehkah ia hidup? Sekali-kali tiada ia akan hidup, sebab diperbuatnya segala perkara yang keji itu, niscaya iapun akan mati dibunuh dan darahnyapun tertanggunglah atasnya!

Daniel 11:18 (IDN) »
Kemudian akan ditujukannya mukanya ke tepi-tepi laut dan dialahkannya banyak di sana, tetapi seorang panglima perang akan menghabiskan sombongnya, yang mencelakan semuanya, dan memulangkan kepadanya sombong yang mencela itu.

2 Raja-raja 17:7 (IDN) »
Karena telah jadi bahwa bani Israel sudah berbuat dosa kepada Tuhan, Allahnya, yang telah membawa akan mereka itu naik dari Mesir, dari bawah tangan Firaun, raja Mesir, maka mereka itu sudah berbuat ibadat kepada dewa-dewa,
Hosea 12:14 (IDN)
Gambaran singkat: Hosea 12:14 menatapkan murka Allah yang membakar karena tindakan jahat Efrayim, lalu menyatakan bahwa kecelakaan dan hukuman mengikuti bahkan terhadap darah yang melanggar perjanjian. Ayat ini menekankan akibat dari ketidaksetiaan umat pilihan Allah dan kebutuhan akan pertobatan yang nyata.
Ayat dalam konteks pasal
Hosea menyinggung dua tokoh utama: Yakub dan Efrayim, sebagai simbol bangsa Israel yang disebut sebagai pasangan Allah di masa lalu namun yang kemudian tumpang tindih dengan kecenderungan berbuat curang, meniru perbuatan leluhur yang menyepelekan perjanjian. Ayat ini menegaskan bahwa murka-Nya bukan tanpa sebab; tindakan melawan hukum-Nya membawa beban yang tidak ringan.
Inti rohani utama
Inti ajaran ayat ini adalah bahwa kejahatan berulang dan ketidaksetiaan terhadap Allah tidak luput dari penilaian-Nya. Kecenderungan manusia untuk mempermainkan kebenaran, menunda pertobatan, atau menaruh kepercayaan pada jalan sendiri akhirnya menanggung konsekuensi tindakan mereka. Namun, di balik teguran, ada seruan untuk merendahkan diri di hadapan Allah dan mencari pemulihan melalui pertobatan sejati.
Pandangan para penafsir terdahulu (ringkas)
Pandangan yang sering muncul dalam karya-karya komentar publik domain menekankan bahwa "murka amat sangat" Allah tidak sekadar kemarahan emosional, tetapi konsekuensi logis dari pilihan manusia yang menolak terang-Nya. Sejumlah komentator menyoroti pentingnya pertobatan yang nyata daripada sekadar ritual kosong. Dalam nuansa klasik, ketidaksetiaan Efrayim digambarkan sebagai pelanggaran terhadap hak-hak perjanjian, sehingga Tuhan membiarkan akibatnya menimpa mereka sebagai bentuk disiplin.
Beberapa rujukan silang yang relevan
Pertemuan tema dengan Hosea lainnya menggarisbawahi bahwa pemulihan dimulai dari pertobatan hati, bukan hanya dari upaya membenarkan diri secara seremonial.
Penerapan praktis
Untuk umat percaya hari ini, ayat ini mengingatkan kita agar tidak menganggap enteng dosa berulang. Pertobatan sejati melibatkan perubahan pola hidup, ketaatan pada firman Tuhan, dan ketulusan dalam berdoa. Allah tetap setia mengampuni bagi mereka yang kembali kepada-Nya dengan hati yang rendah hati. Kehidupan iman yang konsisten dan takut akan Tuhan akan membatu umat menjaga diri dari sikap menganggap enteng kebenaran.
Intisari dan penutup
Hosea 12:14 mengingatkan bahwa tindakan menyelewengkan jalan-Nya tidak luput dari hasilnya. Murka Allah adalah respons terhadap ketidaksetiaan, namun di sana juga ada peluang untuk pertobatan yang sungguh-sungguh. Hikmat penafsir terdahulu menegaskan bahwa hubungan dengan Allah mesti didasari kasih setia, bukan sekadar ritual formal. Melalui pemulihan hati, umat dapat kembali berjalan dalam perjanjian dengan Tuhan.
Quotations from classic commentators (ringkas):
Adam Clarke: menggarisbawahi bahwa murka Allah adalah akibat logis dari perbuatan jahat; pertobatan adalah jalan pemulihan. Detil kutipan lengkap disarankan untuk dirujuk dalam edisi terjemahan asli.
Matthew Henry: mengingatkan bahwa ketidaksetiaan Israel seperti penyakit hati yang merusak relasi dengan Tuhan; pengampunan datang bagi mereka yang bertobat dengan sungguh-sungguh.
Albert Barnes: menekankan tanggung jawab personal sebelum Allah dan pentingnya integritas spiritual daripada tampilan lahiriah.
Penutup singkat: Ayat ini menuntun kita pada pertobatan yang autentik—hati yang sepenuhnya menaruh kepercayaan pada Tuhan, hidup yang dipimpin kebenaran-Nya, dan kesadaran bahwa disiplin ilahi bertujuan memulihkan jalan perjanjian.