Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiHosea 12:5 Tafsiran ayat Alkitab
Hosea 12:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
(12-6) Maka oleh Tuhan, Allah serwa sekalian alam, oleh Tuhan dikaruniakan kepadanya suatu nama peringatan.
Hosea 12:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Hosea 12:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 3:15 (IDN) »
Lalu firman Allah kepada Musa: Demikian hendaklah kaukatakan kepada bani Israel: Bahwa Tuhan, Allah nenek moyang kamu, yaitu Allah Ibrahim dan Allah Ishak dan Allah Yakub, telah menyuruhkan daku mendapatkan kamu; maka inilah nama-Ku selama-lamanya dan nama peringatan akan Daku turun temurun.

Kejadian 28:16 (IDN) »
Maka tersadarlah Yakub dari pada tidurnya, lalu katanya: Sebenarnyalah Tuhan ada pada tempat ini, maka tiada aku mengetahuinya.

Kejadian 32:30 (IDN) »
Maka dinamai oleh Yakub akan tempat itu Peniel, karena katanya: Sudah kulihat Allah muka dengan muka, maka nyawaku selamatlah.
Hosea 12:5 (IDN) - Ringkasan dan Makna
Pada konteks Hosea pasal 12, Nabi Hosea menyoroti cara Israel beribadah dengan ketidakjujuran dan menaruh kepercayaan pada keterampilan manusia atau kekuatan politik. Ayat Hosea 12:5 menekankan bahwa Allah, Tuhan semesta alam, memberi sebuah nama peringatan kepada yang berurusan dengan-Nya dengan pendekatan yang autentik dan tekun dalam hubungannya. Dalam bahasa aslinya, fokusnya adalah pada identitas Tuhan sebagai penuntun, penentu, dan pengingat bagi umat-Nya. Ayat ini menegaskan bahwa peringatannya tidak bersifat hampa, melainkan sebuah identitas yang menegaskan kehadiran-Nya dan tuntutan komitmen umat-Nya kepada-Nya.
Makna sentral
Inti ayat ini adalah pengakuan bahwa Allah sendiri menegaskan hubungan-Nya dengan umat-Nya dan menegaskan kehendak-Nya melalui “nama peringatan.” Nama di sini bukan sekadar julukan, melainkan pernyataan identitas Allah yang menetapkan standar ketaatan, sadar diri, dan kehidupan yang berkenan di hadapan-Nya. Kita dipanggil untuk melihat bahwa peringatan-Nya menuntun kita kepada kesetiaan, bukan hanya ritual lahiriah.
Tema utama
Rujukan terkait
Beberapa bagian lain yang sejalan dalam Kitab Hosea dan Perjanjian Lama tentang identitas Allah dan panggilan umat-Nya:
Perenungan praktis
Renungkan: bagaimana kita merespons “nama peringatan” Allah dalam kehidupan sehari-hari? Apakah kita menjalankan ibadah dengan tulus, mengarahkan kepercayaan kita kepada Allah, bukan kepada ritus atau kekuatan manusia? Panggilan Hosea mengajak kita untuk merespons dengan iman yang konkret: hidup jujur di hadapan Tuhan, memelihara integritas dalam hubungan dengan sesama, dan menjaga fokus pada Tuhan sebagai sumber kehidupan.
Ringkasan penutup
Hosea 12:5 menegaskan identitas Allah yang merupakan peringatan kasih-Nya bagi umat-Nya. Pelajaran utama adalah ketaatan yang lahir dari pengenalan akan Tuhan sebagai Tuhan semesta alam—yang menyatakan dirinya melalui sebuah nama yang mengingatkan kita untuk hidup setia kepada-Nya, bukan mengandalkan manusia atau upaya lahiriah semata.
Quotations (ringkas) dari sumber-sumber komentari publik domain: “Tuhan, Allah serwa sekalian alam, oleh Tuhan dikaruniakan kepadanya suatu nama peringatan.” (Konteks Hosea menyatakan otoritas dan identitas Allah dalam hubungan-Nya dengan umat-Nya.)