Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 8:14 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 8:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Mereka itu yang bersumpah demi salah Samaria, katanya: Sesungguh-sungguh hiduplah dewa Dan! dan sesungguh-sungguh hiduplah jalan Birsyeba! -- bahkan, mereka itu akan jatuh kelak dan tiada bangun pula!
Amos 8:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 8:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amos 5:5 (IDN) »
Tetapi jangan kamu cahari Bait-el dan jangan pergi ke Gilgal dan jangan berangkat ke Birsyeba! karena sesungguhnya orang Gilgal akan dipindahkan dengan tertawan dan Bait-el akan ditiadakan.

Ulangan 9:21 (IDN) »
Maka perbuatan dosamu, yaitu anak lembu, yang telah kamu perbuat, kuambil lalu kubakarkan habis dengan api dan kutumbuk dan kugiling halus-halus, sehingga hancur luluhlah menjadi abu, maka abunya kubuangkan dalam anak sungai yang mengalir dari atas gunung itu.

1 Raja-raja 12:28 (IDN) »
Maka bagindapun membicarakanlah hal itu, lalu diperbuatnya dua ekor anak lembu dari pada emas, maka titahnya kepada orang banyak itu: Bahwa terlalu sukar bagimu pergi ke hulu ke Yeruzalem. Lihat, inilah ilahmu, hai orang Israel, yang sudah menghantar akan kamu keluar dari negeri Mesir!
Amos 8:14 dalam Konteks Nubuat Keadilan Tuhan
Ayat ini berada dalam bagian Amos yang mengecam ketidaksetiaan bangsa Israel di periode sesudah kemakmuran. Nabi Amos menyoroti praktik sumpah palsu dan kepercayaankepada takhta-takhta palsu, khususnya sumpah yang menyangkut dewa-dewa asing seperti Dan dan Birsyeba. Mereka yang bersumpah demi dewa-dewa tersebut menegaskan kelangsungan hidup dan keamanan melalui kultus palsu, tetapi nubuat menegaskan bahwa demikianlah kebejatan moral akan berakhir: mereka akan jatuh dan tidak akan bangun lagi. Ayat ini menegaskan bahwa kepercayaan pada Allah sejati berhadapan dengan goda-godaan religiositas kosong yang menyesatkan.
Makna inti ayat
Ayat ini menyoroti bahaya bersumpah demi kekuatan-kekuatan yang tidak benar, sambil menuduh bahwa tindakan demikian menunjukkan ketidakpercayaannya kepada Tuhan. Prophet menekankan bahwa kecongkakan ritualisme dan sumpah palsu tidak melindungi umat dari kambuk penghakiman Tuhan. Pada akhirnya, sumpah-sumpah itu akan terbukti sia-sia karena negeri yang menolak ajaran-Nya akan jatuh.
Tema-tema utama
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat: Ayat ini menandaskan bahwa menyandarkan harapan pada dewa-dewa asing atau sumpah palsu tidak memberi perlindungan atau identitas yang benar. Penghakiman Tuhan menanti bagi mereka yang menolak keadilan dan kebenaran, meskipun mereka terlihat secara sosial mapan.
Refleksi praktis
Bagaimana kita menjaga integritas spiritual di tengah tekanan budaya yang menuntut loyalitas pada simbol-simbol duniawi? Tantangan saat ini adalah menjaga keseharian kita agar sejalan dengan firman Tuhan, menghindari sumpah atau janji yang bisa mengalihkan kita dari ketaatan kepada-Nya. Hidup yang konsisten di hadapan Allah adalah perlindungan sejati terhadap kepalsuan yang merusak jiwa dan komunitas.
Penutup ringkas
Amos 8:14 menyampaikan pelajaran tegas: penyembahan yang keliru, sumpah palsu, dan kepercayaan pada kekuatan duniawi berujung pada keruntuhan. Umat diajak untuk meneguhkan iman pada Allah yang benar, hidup adil, dan menjaga janji-janji yang sejalan dengan kehendak-Nya.
Cuplikan pandangan para komentator (singkat)
Beberapa pandangan klasik menekankan bahwa sumpah palsu menunjukkan kemerosotan spiritual bangsa: Matthew Henry mengingatkan bahwa formalitas tanpa ketaatan menghasilkan kehancuran; Albert Barnes menekankan konsekuensi nyata dari pengabaian keadilan; Adam Clarke menyoroti peringatan terhadap persekutuam dengan dewa-dewa palsu sebagai ancaman terhadap eksistensi bangsa pilihan Allah. Keterangan singkat ini sejalan dengan fokus Amos pada integritas hidup dan penghakiman-Nya atas kedurhakaan.