Imamat 22:19 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

supaya ia itu mengadakan keridlaan atasmu, maka hendaklah ia itu jantan yang tiada berkecelaan, diambil dari pada segala lembu atau anak domba atau kambing.

Ayat sebelumnya
« Imamat 22:18
Ayat berikutnya
Imamat 22:20 »

Imamat 22:19 Tafsiran ayat Alkitab

Imamat 22:19 (IDN): Keterangan tentang persembahan yang berkenan

Ayat ini berada dalam bagian regulasi korban binatang bagi Lemah Hati, khususnya mengenai persembahan yang layak diterima oleh TUHAN. Allah menuntut standar kesucian dan ketaatan dalam ibadah, sehingga hanya hewan yang tidak bercela yang dapat dipakai untuk korban.

Makna utama ayat

“supaya ia itu mengadakan keridlaan atasmu, maka hendaklah ia itu jantan yang tiada berkecelaan, diambil dari pada segala lembu atau anak domba atau kambing.” Ayat ini menjelaskan bahwa persembahan untuk menebus atau memuaskan keperluan imamat dan ritual haruslah sempurna. “keridlaan” di sini berarti kepatuhan Allah terhadap penyembahan yang benar. Hewan yang layak adalah yang tidak berkecelaan (tanpa cacat fisik maupun cacat hukum), baik lembu, domba, maupun kambing yang dipilih.

Iman kepada Allah dan kesucian ibadah

Penekanan pada keadaan tanpa cacat menunjukkan bahwa ibadah kepada Tuhan tidak sekadar formalitas, melainkan pilihan hati yang berintegritas. Persembahan yang sempurna memproyeksikan iman umat: Allah tidak menerima yang cacat atau kompromi dengan standar-Nya karena Dia adalah Tuhan yang kudus. Dalam konteks Perjanjian Lama, unsur fisik (binatang tanpa cacat) menjadi simbol dari kemurnian hati dan komitmen manusia kepada perjanjian-Nya.

Kata kunci dan gambaran kiasan

Beberapa kata kunci penting: keridlaan (keberhasilan dalam menerima persembahan di hadapan Tuhan), tiada berkecelaan (tanpa cacat), lembu, anak domba, kambing (jenis binatang yang lazim dipakai untuk korban). Gambaran kiasan menunjukkan bahwa Tuhan menilai bukan kemegahan ritual semata, melainkan keadaan hidup yang menjalin ketaatan penuh.

Hubungan dengan bagian lain Kitab Keluaran, Bilangan, dan Ulangan

Persembahan tanpa cacat berulang dalam hukum korban (misalnya berbagai jenis korban sehat) menguatkan tema keselamatan yang berakar pada kepatuhan dan kemurnian ibadah. Sejalan dengan prinsip ini, umat dipanggil untuk menyerahkan hal-hal terbaik kepada Tuhan sebagai respon iman mereka.

Rujukan silang yang relevan

  • Imamat 1:3-4: Persembahkan korban bakaran yang sempurna sebagai tanda penyerahan total kepada Tuhan. Penekanan pada kemurnian dan kesanggupan taat.
  • Ayub 1:4-5 (refleksi tentang ketulusan hati dan upacara yang tepat): Intepretasi bahwa persembahan menyertai iman yang benar di balik ritus.
  • Ibrani 9:14: Menggungkap bahwa kemurnian yang nyata disempurnakan oleh darah Kristus; pembacaan teologis terhadap kepatuhan ritual lama dalam terang nubuat-Nubuh Kristus.

Aplikasi praktis bagi masa kini

Walau konteks hukum ini berfungsi dalam ritual bangsa Israel, prinsip dasarnya tetap relevan: Allah menghargai ibadah yang lahir dari integritas pribadi. Dalam kehidupan rohani sekarang, pertanyaan yang relevan adalah apakah ibadah, pelayanan, dan pemberian kita mencerminkan komitmen tanpa cela terhadap Tuhan. Hidup sehari-hari—kejujuran, kebaikan, dan penyelamatan terhadap diri sendiri—sebagai bagian dari persembahan kita kepada Allah. Allah memanggil kita memberikan yang terbaik yang kita miliki, bukan sekadar ritual luar, supaya ibadah kita benar-benar memurnikan hati dan memuliakan-Nya.

Quotations (singkat) dari tokoh berpendapat dalam tradisi berbahasa Inggris publik domain: Matthew Henry menekankan bahwa korban yang tidak bercela melambangkan integritas hidup; Albert Barnes menyoroti bahwa standar ini mengilustrasikan sifat kudus Allah; Adam Clarke menyoroti bahwa cacat dalam hewan menunjukkan tidak mengikatkan diri sepenuhnya pada ketetapan Tuhan. (Catatan: kutipan lengkap tidak disertakan di sini karena hanya kutipan pendek yang disediakan bila tersedia.)

Penutup: Ayat ini menegaskan pola ibadah yang tidak bisa direduksi menjadi sekadar ritus. Allah menuntut kualitas hidup yang sesuai dengan kemuliaan-Nya, agar persembahan kita membawa keridlaan-Nya ketika lahir dari hati yang benar-benar percaya.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Imamat 22:19 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 1:3 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Imamat 1:3 (IDN) »
Jikalau persembahannya itu suatu korban bakaran dari pada lembunya, maka hendaklah dipersembahkannya seekor jantan yang tiada celanya dan hendaklah dibawanya akan dia sampai kepada pintu kemah perhimpunan, supaya ia itu mengadakan baginya gafirat di hadapan hadirat Tuhan.

Imamat 1:10 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Imamat 1:10 (IDN) »
Maka jikalau persembahannya dari pada binatang yang kecil, seperti domba atau kambing akan korban bakaran, maka hendaklah dipersembahkannya seekor jantan yang tiada celanya.

1 Petrus 1:19 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
1 Petrus 1:19 (IDN) »
melainkan dengan darah yang mulia, yang seperti darah anak domba yang tiada bercela dan tiada bercacat, yaitu darah Kristus.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab