Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 22:1 Imamat 22:2 Imamat 22:3 Imamat 22:4 Imamat 22:5 Imamat 22:6 Imamat 22:7 Imamat 22:8 Imamat 22:9 Imamat 22:10 Imamat 22:11 Imamat 22:12 Imamat 22:13 Imamat 22:14 Imamat 22:15 Imamat 22:16 Imamat 22:17 Imamat 22:18 Imamat 22:19 Imamat 22:20 Imamat 22:21 Imamat 22:22 Imamat 22:23 Imamat 22:24 Imamat 22:25 Imamat 22:26 Imamat 22:27 Imamat 22:28 Imamat 22:29 Imamat 22:30 Imamat 22:31 Imamat 22:32 Imamat 22:33



Imamat 22:21 (IDN): Tetap Berkekal tanpa cela saat Persembahan Syukur
Setting segera: Pasal 22 berfokus pada syarat-syarat pemberian persembahan persembahan bagi Tuhan, khususnya jenis-jenis persembahan yang diterima dan bagaimana umat harus menjaga kebersihan ritual serta integritas hati dalam persembahan mereka. Ayat 21 menyoroti ketelitian Tuhan terhadap syarat kelayakan korban syukur, nazar, atau persembahan dengan ridla hati, agar keredaan-Nya tidak ternodai oleh kekasaran atau ketidaksempurnaan persembahan.
Apa yang dikatakan teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak menerima persembahan yang cacat. Ketidakberkecelaan korban mencerminkan kemurnian komitmen penyembah, bukan sekadar ritus lahiriah. Allah menghendaki umat-Nya mempersembahkan yang terbaik sebagai respons atas kasih-Nya: persembahan yang dilandasi kesungguhan hati, bukan sekadar kewajiban formal. Keteladanan ini menumbuhkan keridlaan Allah terhadap umat-Nya ketika syarat-syarat rohani dipenuhi dengan integritas.
Istilah penting dan gambaran simbolik
Rujukan lintas terkait
Beberapa pasal lain menyoroti prinsip yang sama:
Konteks yang relevan dengan makna ayat
Imamat menekankan keteladanan hidup sehari-hari dalam hubungan dengan Tuhan. Ketelitian hukum berkaitan erat dengan afeksi hati dan niat penyembah. Persembahan yang lahir dari ridla hati menuntun umat kepada kehidupan yang mencerminkan kesetiaan kepada Tuhan, bukan sekadar ritual formal.
Penerapan bagi pembaca masa kini
Kutipan singkat dari tokoh teolog terdahulu (tanpa teks penuh)
Menurut pandangan para komentator publik domain berbahasa Inggris yang relevan, teks ini menekankan bahwa Tuhan menuntut persembahan yang tidak cacat sebagai ekspresi iman yang harus terhubung erat dengan hati penyembah. Keterangan singkat: para komentator menekankan pentingnya integritas rohani di balik ritus lahiriah.