Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 17:6 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 17:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka darahnya hendaklah dipercikkan oleh imam kepada mezbah Tuhan yang di pintu kemah perhimpunan, dan lemaknya hendaklah dibakarnya akan suatu bau yang harum bagi Tuhan.
Imamat 17:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 17:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Bilangan 18:17 (IDN) »
Tetapi anak sulung lembu atau anak sulung domba atau anak sulung kambing jangan kamu tebus, karena sucilah adanya! Maka darahnya hendaklah kaupercikkan kepada mezbah dan lemaknya hendaklah kaubakar akan korban yang dimakan api, suatu bau yang harum kepada Tuhan.

Imamat 3:2 (IDN) »
Maka hendaklah ia menumpangkan tangannya kepada kepala persembahannya, lalu menyembelihkan dia di hadapan pintu kemah perhimpunan, maka darahnya hendaklah dipercikkan oleh anak-anak Harun, yang imam, kepada mezbah keliling.

Keluaran 29:13 (IDN) »
Dan hendaklah kauambil akan segala lemak yang menudung isi perut dan jala-jala hampedal dan kedua buah punggung dan segala lemak yang ada padanya, lalu dibakarkanlah dia di atas mezbah itu;
Imamat 17:6 (IDN) dalam Konteks Hukum Seputar Kurban
Ayat ini berada dalam bagian Imamat yang menjelaskan aturan-aturan kemurnian darah dan persembahan. Seda ngat pada waktu bangsa Israel dipimpin di padang gurun, imam mempunyai tugas penting dalam menguduskan mezbah dan mengarahkan persembahan. Ayat ini menegaskan bahwa darah korban harus dipercikkan ke mezbah Tuhan di pintu kemah perhimpunan, sementara lemaknya dibakar sebagai persembahan aroma yang harum di hadapan Tuhan. Secara singkat, ritual persembahan bukan sekadar ibadah lahiriah, melainkan tindakan simbolik yang memperlihatkan penerimaan umat kepada Allah dan tujuan persekutuan dengan-Nya.
Makna Pokok
Inti ayat ini adalah penetapan bagaimana darah dan lemak korban dipakai: darah dipercikkan pada mezbah untuk menguduskan dan menahan kejahatan yang terkait dengan pelanggaran hukum, sedangkan lemak dibakar sebagai persembahan yang menyenangkan hati Tuhan. Perkecikan darah menandai pemilikan kembali umat oleh Allah melalui pengorbanan, sementara pembakaran lemak menggambarkan penerimaan Tuhan terhadap persembahan yang diberikan dalam kesalehan yang benar.
Tema Kunci
Cross-References (hubungan singkat)
Penjelasan singkat: ketiga rujukan tersebut memperkuat pola bahwa Allah merespon persembahan yang dilakukan dengan tata cara Allah tetapkan: darah sebagai penyucian dan lemak sebagai persembahan yang harum di hadapan-Nya.
Refleksi Praktis
Meski kita hidup di bawah perjanjian baru, prinsip inti tetap relevan: ibadah yang sah lahir dari ketaatan hati dan perilaku yang selaras dengan kehendak Tuhan. Persembahan kita—bentuk doa, pelayanan, dan tindakan kasih kepada sesama—seharusnya mengungkapkan bahwa kita mau hidup kudus di hadapan-Nya. Tuhan menilai bukan sekadar rupa ibadah, tetapi kepatuhan yang lahir dari iman yang hidup.
Kesimpulan Singkat
Imamat 17:6 menegaskan hubungan antara tata ibadah dengan tujuan persekutuan yang murni: darah korban menguduskan dan mengikrarkan kebenaran di hadapan Tuhan, sementara lemaknya dibakar sebagai aroma harum bagi-Nya. Ayat ini melukiskan pola pelayanan umat Allah yang berpusat pada ketaatan, pengudusan, dan penerimaan Allah terhadap persembahan yang diniatkan sungguh-sungguh.