Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 17:9 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 17:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
maka tiada dibawanya akan dia ke pintu kemah perhimpunan, supaya ia itu disediakan bagi Tuhan, maka orang itu akan ditumpas kelak dari antara bangsanya.
Imamat 17:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 17:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 17:4 (IDN) »
maka tiada dibawanya akan dia ke pintu kemah perhimpunan supaya dari padanya dipersembahkannya kepada Tuhan suatu persembahan di hadapan kemah sembahyang Tuhan, maka darahnya akan ditanggungkan kepada orang itu, sebab ditumpahkannya darah, maka orang itupun akan ditumpas dari antara bangsanya.
Imamat 17:9 (IDN) — Lke pintu kemah perhimpunan dan tindakan terhadap penyembahan liar
Ayat ini berada dalam konteks hukum makanan dan penyembahan Israel kepada TUHAN, khususnya penghapusan penyembahan terhadap sembelihan binatang di luar kemah perhimpunan. Tuhan menegaskan bahwa setiap hewan yang disembelihkan di luar tempat kudus tidak boleh dibawa ke pintu kemah perhimpunan untuk dipersembahkan; jika dilakukan, orang tersebut harus ditumpas dari antara bangsanya. Larangan ini menekankan kekudusan peribadatan Israel dan menegaskan bahwa penyembahan hanya boleh dilakukan menurut ketetapan Tuhan.
Apa yang dikatakan teks tentang Allah dan iman
Teks menegaskan bahwa Allah menginginkan penyembahan yang murni dan terpusat pada tempat-Nya. Ketetapan ini mencerminkan sifat-Nya yang kudus dan setia pada perjanjian-Nya dengan umat Israel. Ketidaktaatan terhadap perintah ini berarti pelanggaran terhadap kemuliaan Tuhan dan kehendak-Nya untuk umat yang hidup dalam ketaatan moral dan ritual.
Istilah kunci dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
- Allah memerintahkan penyembahan yang tepat secara khusus di tempat kudus: sesuatu yang berhubungan dengan kemurnian ibadah dan pusat peribadatan.
- Perintah terhadap penghindaran penyembahan berhala dan penyembahan di luar pola ilahi menekankan kesetiaan Allah terhadap perjanjian-Nya.
- Ayat-ayat mengenai sanksi tegas terhadap pelanggaran hukum menunjukkan pentingnya kekudusan bagi umat Perjanjian.
Penelaahan singkat menurut para pengulas terdahulu
Para penafsir dari tradisi gereja lama menekankan bahwa ketertiban ritus adalah bagian esensial dari perjanjian ilahi. Mereka menekankan bahwa Tuhan tidak sekadar mengatur aktivitas religius secara ritmis, melainkan menjaga kesetiaan umat melalui disiplin yang pragmatis demi kemurnian ibadah. Peyuntingan seperti ini menjaga umat agar tidak teralihkan kepada praktik penyembahan yang tidak diizinkan.
Aplikasi bagi masa kini
Walau konteks budaya berbeda, prinsip dasarnya tetap relevan: ibadah yang tulus memerlukan ketaatan kepada petunjuk Tuhan dan fokus pada pusat penyembahan yang telah ditetapkan oleh-Nya. Dalam kehidupan gereja modern, hindarilah praktik pribadi yang meniadakan kehendak Tuhan atau menjejali kemurnian ibadah. Jaga agar penyembahan tetap berakar pada kebenaran Firman Tuhan, bukan pada tradisi manusia semata.
Catatan singkat mengenai kutipan langsung
Dalam sumber-sumber para pengulas tua, tidak ada kutipan langsung yang disalin dalam bagian ini yang diperlukan secara eksplisit; namun pemikiran mereka tentang kekudusan ibadah dan sanksi atas pelanggaran ditemukan secara konsisten dalam pembahasan mereka tentang Imamat.