Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 17:13 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 17:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Barangsiapa dari pada segala bani Israel dan dari pada segala orang dagang, yang duduk menumpang di antaranya, jikalau dalam berburu telah ditangkapnya barang binatang yang liar atau unggas yang halal dimakan, hendaklah ditumpahkannya darahnya dan ditudunginya dengan tanah.
Imamat 17:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 17:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ulangan 12:16 (IDN) »
Sahaja darah itu jangan kamu makan, melainkan hendaklah kamu cucurkan dia kepada bumi seperti air.

Imamat 7:26 (IDN) »
Demikianpun janganlah kamu makan darah dalam segala tempat kedudukanmu, baik darah burung, baik darah binatang yang berkaki empat.

Imamat 17:13 (IDN) – Makna dan Konteks
Inti ayat ini menyatakan larangan bagi orang Israel dan pendatang yang hidup berdagang di antara mereka untuk menyimpan atau menggunakan hewan buruan liar atau unggas yang halal dimakan tanpa penyelesaian ritual tertentu. Tugas mereka adalah menumpahkan darah hewan tersebut dan menutupnya dengan tanah. Makna praktisnya adalah menjaga kemurnian tata ibadah dan identitas umat yang setia kepada perjanjian Allah, dengan meniadakan kemungkinan unsur yang tidak suci masuk ke dalam hidup sehari-hari maupun praktik kuliner.
Konteks sebelum dan sesudahnya
Imamat 17 berfokus pada purifikasi, penyembuhan melalui korbankan, dan penetapan tempat penyembahan asli di kemah perkemahan, terpisah dari praktik penyembahan yang menyembah berhala di tempat lain. Pasal ini menegaskan bahwa darah dan tanah menjadi tanda penebusan dan pengakuan atas kepunyaan Allah. Ketentuan ini diterapkan tidak hanya bagi umat Israel asli tetapi juga bagi pendatang yang tinggal di antara mereka, menjaga kesatuan tata ibadah di tengah komunitas.
Observasi penafsiran
Kaitan dengan terang wahyu (cross-references)
Beberapa rujukan relevan yang memperkaya makna ayat ini: - Imamat 16:29–30: menyoroti prinsip penebusan dan penyucian melalui tindakan tertentu; memberi konteks bagaimana komunitas mendekati puasa dan hari penebusan. - Bilangan 18:19: menegaskan bagian yang dimiliki umat terkait suku keimanan dalam perjanjian, menggarisbawahi pentingnya keadaan kudus dalam pelayanan di kemah suci.
Gagasan tematik singkat
Bagaimana ayat ini relevan bagi pembaca modern
Ayat ini mengingatkan bahwa kemurnian hidup rohani mencakup setiap aspek keseharian, termasuk pilihan dalam makanan dan cara berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Nilai utama adalah menghormati Allah dengan menjaga prinsip-prinsip ketuhanan yang mempengaruhi perilaku publik maupun privat.
Inti praktis yang singkat
Hatihati dalam memilih sumber makanan dan bagaimana kita memahami kebersihan spiritual: tindakan nyata mengakui kedaulatan Allah melalui disiplin pribadi dan komunal.
Cuplikan pandangan tokoh penafsir (tanpa kutipan panjang)
Para penafsir Kristen kuno menekankan bahwa aturan seperti ini menegaskan bahwa hubungan dengan Allah mencakup unsur tekun memelihara kemurnian ritual, sehingga tidak ada yang masuk ke dalam peribadatan yang dapat merusak kedudukan holistik umat di hadapan Tuhan.
Catatan: Dalam sumber-sumber penafsiran klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, ide utama menyoroti kebutuhan menjaga kemurnian ibadah serta adanya batasan bagi pendatang yang hidup di antara umat beriman. Frasa kunci umumnya menekankan tanggung jawab komunitas untuk mempertahankan kesucian serta simbolisme darah dan tanah sebagai tanda penebusan.
Rangkuman singkat
Ayub 17:13 menegaskan bahwa kemurnian ibadah menuntut kontrol atas praktik makanan dan buruan, dengan tindakan simbolik penumpahan darah dan penutupan tanah untuk menjaga kesatuan umat di bawah perjanjian Allah.