Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 17:7 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 17:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan jangan mereka itu lagi mempersembahkan persembelihannya kepada syaitan, yang diturutnya dengan zinahnya; maka inilah menjadi suatu hukum yang kekal bagi mereka itu turun-temurun.
Imamat 17:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 17:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Korintus 10:20 (IDN) »
Melainkan inilah kataku, bahwa barang yang dipersembahkannya itu dipersembahkannya kepada segala setan, bukannya kepada Allah. Tetapi aku tiada suka kamu bersekutu dengan segala setan itu.

Keluaran 34:15 (IDN) »
Janganlah kamu berjanji-janjian dengan orang isi negeri itu, karena apabila mereka itu berkendak mengikut dewatanya dan membawa korban kepada berhalanya, barangkali dijemputnya akan kamu dan kamupun makan dari pada korbannya itu.

2 Tawarikh 11:15 (IDN) »
Maka diangkat Yerobeam akan dirinya beberapa penghulu panggung dan bagi syaitan dan patung anak lembu yang sudah diperbuatnya.
Imamat 17:7 (IDN): Gambaran peringatan terhadap persembahan kepada syaitan
Pasal Imamat 17 menekankan penghapusan praktik sembahyang yang dilakukan di tempat-tempat ibadah lain selain Kemah Suci Israel, serta teguran tegas mengenai persembahan daging korban. Ayat 7 secara khusus melarang bangsa Israel mempersembahkan persembahan kepada syaitan yang diturutnya melalui zinah. Pesan dasarnya adalah menjaga kemurnian ibadah kepada Tuhan dan menghindari penyembahan berhala, termasuk pengaruh roh-roh jahat yang menyamar melalui pola ibadah yang tidak sejajar dengan firman-Nya.
Pemahaman ayat dalam konteks pasal
Imamat 17 berfokus pada sentralisasi ibadah kedalam kamp Kemah Suci dan larangan korban di tempat-tempat lain yangberada di luar perizinan ilahi. Ayat 7 menegaskan bahwa persembahan yang dipersembahkan seakan-akan kepada “syaitan” adalah penyimpangan yang menyingkapkan terjeratnya umat Israel dalam kemerosotan moral melalui zina. Istilah “syaitan” menggambarkan kuasa jahat yang mengecoh manusia dari panggilan kudus kepada hidup yang tidak setia. Secara praktis, ayat ini menekankan bahwa motif dan tujuan ibadah adalah untuk menyatakan kesetiaan kepada Tuhan, bukan untuk mengikuti pengaruh roh-roh yang menyesatkan.
Pelajaran utama spiritual
Bagian silang dengan bagian lain Alkitab
Beberapa lintasan terkait memberi wawasan yang relevan:
Aplikasi praktis untuk pembaca masa kini
Nasihat ini menantang kita untuk menilai niat ibadah kita: Apakah ibadah kita mencerminkan ketaatan kepada Allah saja, atau ada unsur budaya, pola hidup, atau pengaruh yang menggeser arah kita dari-Nya? Jangan membiarkan "zinah" moralitas—atau pola hidup yang merendahkan integritas iman—membentuk cara kita berhubungan dengan Tuhan. Ibadah yang tulus menuntun pada hidup yang kudus secara publik maupun pribadi, serta menjaga kemurnian pengakuan iman dalam setiap tindakan sehari-hari.
Cross-references singkat
Beberapa ayat terkait yang membantu memperkaya pemahaman kita:
Ringkasnya, Imamat 17:7 mengingatkan bahwa ibadah yang benar berakar pada loyalitas eksklusif kepada Tuhan. Melalui larangan ini, kita diperingatkan untuk menilai motif, menjaga kemurnian hidup, dan menutup pintu bagi segala bentuk penyembahan yang menyesatkan, agar iman kita tetap setia sepanjang generasi.
Cuplikan pendek dari para komentator terdahulu yang relevan (tanpa menyalin teks lengkap):
Adam Clarke menekankan bahwa larangan ini menekankan larangan praktik-sakral yang menyimpang dari perjanjian-Nya. Matthew Henry menyoroti pentingnya iman yang setia dan kehormatan kepada Allah dalam ibadah. Albert Barnes menekankan dampak moral dari penyembahan yang bercampur dengan kekuatan jahat, yang merusak hubungan kita dengan Tuhan.