Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Timotius 1:6 Tafsiran ayat Alkitab
2 Timotius 1:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka itulah sebabnya aku mengingatkan engkau supaya engkau membangkitkan karunia Allah yang di dalam dirimu dengan hal tanganku sudah terhantar atasmu itu.
2 Timotius 1:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Timotius 1:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Timotius 4:14 (IDN) »
Jangan engkau melalaikan karunia di dalammu itu, yang telah dikaruniakan kepadamu oleh nubuat tatkala tangan ketua-ketua itu dihantarkan atasmu.

1 Petrus 4:10 (IDN) »
maka sekadar karunia yang ada pada masing-masing, hendaklah melayani di antara kamu sendiri, seperti bendahari yang baik, yang berpegang atas berbagai-bagai anugerah Allah;

Roma 12:6 (IDN) »
Sedangkan kita menaruh karunia yang berlain-lainan menurut kadar anugerah yang dikaruniakan kepada kita itu: Jikalau nubuat, lakukanlah atas kadar iman;
Menghidupkan Karunia Allah dalam Dirimu (2 Timotius 1:6, IDN)
Ayat ini menegaskan bahwa iman percaya bukan sekadar pengakuan lisan, melainkan panggilan pribadi untuk menjaga dan memperkuat karunia-karunia Roh Allah yang telah diberikan. Dalam konteks surat kepada Timotius, Rasul Paulus menasihatkan muridnya agar tidak memadamkan anugerah ilahi yang telah ditanamkan melalui upaya penumpangan tangan. Ayat ini menekankan tanggung jawab pribadi seorang percaya untuk mengembangkan panggilan ilahi meskipun menghadapi tantangan.
Latarnya dalam konteks asli
Paulus menulis kepada Timotius, seorang pemimpin gereja muda yang menanggung beban tugas pelayanan. Mereka telah melalui tekanan, penganiayaan, dan ancaman yang bisa membuat semangat redup. Namun, Paulus menekankan bahwa karunia Allah—pemberian rohani untuk melayani—telah diberikan terlebih dahulu. Melalui penumpangan tangan orang-orang yang terlibat dalam pelayanannya, seperti yang terjadi dalam peristiwa pembaruan tugas, karunia itu disahkan dan dibarui untuk dipakai dengan efektif.
Gagasan utama ayat ini
Ada tiga unsur kunci: (1) karunia Allah yang telah diberikan, (2) perlunya menyadari dan membangkitkan karunia itu, (3) ketaatan pada panggilan Allah melalui tindakan iman yang konkret. Ayat ini mendorong iman Kristen untuk tidak percaya diri sendiri, melainkan bergantung pada kekuatan Allah yang bekerja melalui kita. “Membangkitkan” di sini berarti menyadari, mengaktifkan, dan melatih karunia agar mampu dipakai dalam pelayanan yang berdampak bagi jemaat dan dunia.
Penjelasan singkat dari tokoh-tokoh berpengaruh (ringkas, relevan)
Para komentator PB klasik menekankan bahwa karunia rohani bukanlah semata potensi abstrak, melainkan panggilan untuk dipraktikkan. Mereka menyoroti perlunya doa, disiplin rohani, dan komitmen pribadi untuk menjaga agar iman tidak padam. Contoh pendapat para penafsir pemuka publik-domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menunjukkan bahwa intervensi penumpangan tangan menandai pengaktifan karunia dan tanggung jawab pelayanan yang bersifat publik.
Beberapa tema terkait Alkitab
Rujukan silang yang relevan
Beberapa ayat cross-reference yang terhubung secara tematis dengan 2 Timotius 1:6:
Penjelasan singkat: Ayat-ayat ini menegaskan bahwa karunia rohani adalah fasilitas Allah bagi jemaat-Nya, perlu dirawat melalui komitmen pribadi, pembentukan disiplin rohani, dan partisipasi dalam komunitas gereja.
Renungan penutup
Ingatlah: panggilan Allah tidak otomatis berkembang tanpa respons iman kita. Allah menaruh karunia-Nya di dalam kita agar kita menggunakannya untuk membangun umat-Nya dan memuliakan nama-Nya. Mulailah dengan doa sederhana: minta Tuhan menyingkapkan karunia yang telah tersedia, lalu bertindaklah—melatih, melayani, dan bersukacitalah dalam karya-Nya melalui hidupmu.