Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Timotius 1:3 Tafsiran ayat Alkitab
2 Timotius 1:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Syukurlah aku kepada Allah, yang aku beribadat kepada-Nya dengan perasaan hati yang suci menurut sebagaimana teladan nenek moyangku, bahwa dengan tiada berkeputusan aku ingat engkau di dalam segala doaku siang dan malam,
2 Timotius 1:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Timotius 1:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 1:8 (IDN) »
Pertama-tama aku ucapkan syukur kepada Tuhanku oleh sebab Yesus Kristus untuk kamu sekalian, sebab imanmu dimasyhurkan di seluruh dunia.

Ibrani 13:8 (IDN) »
Adapun Yesus Kristus itu tiada berubah, baik kelemarin, baik hari ini, dan selama-lamanya.

Kisah Para Rasul 23:1 (IDN) »
Maka Paulus menatap Sidang Majelis itu, katanya, "Hai Tuan-tuan dan Saudara-saudara, aku ini hidup di hadapan Allah dengan segala perasaan hatiku yang tulus ikhlas hingga kepada hari ini."
2 Timotius 1:3 (IDN) — Ringkasan Konteks
Dalam surat Pilihan kedua kepada Timotius, Rasul Paulus menuliskan ungkapan syukur yang hangat kepada Tuhan atas doa-doa yang tak henti bagi sesama percaya. Ayat ini muncul dalam konteks surat yang menekankan keberanian, kesetiaan, dan warisan iman dari leluhur—terutama nenek moyang—yang turut membentuk kefirman Timotius. Paulus dikenal sebagai penanggung amanat gereja, dan di sini ia menegaskan kedekatannya dengan Tuhan serta doa-doa yang konsisten, meskipun sedang menghadapi kesulitan dan penahanan.
Poin Utama Ayat
Ayat ini menegaskan tiga hal utama: syukur kepada Allah, ibadah yang tidak bisa dipisahkan dari hati yang suci, dan ingatan yang terus-menerus dalam doa. Perpaduan antara ibadah yang murni, ingatan berkelanjutan, serta teladan iman nenek moyang menunjukkan kedalaman hubungan pribadi Paulus dengan Allah dan komitmennya pada doa untuk penguatan sesama jemaat.
Tema-Tema Utama
Ringkasan Penafsiran (gabungan pandangan teologan terdahulu)
Beberapa komentator publik domain lama menyoroti bahwa Paulus tidak hanya bersyukur secara umum, tetapi secara personal menimbang fondasi iman yang telah ditanam dari leluhur. Ketulusan hati merujuk pada motivasi batin yang murni saat menyembah dan berdoa. Dalam budaya rabbinik pada masa itu, ingatan doa berulang siang dan malam menunjukkan kedisiplinan rohani yang kuat. Keteladanan nenek moyang memberi Paulus dorongan untuk tetap setia meski menghadapi penderitaan. Ringkasan ini sejalan dengan pandangan klasik bahwa ibadah sejati tumbuh dari hati yang murni, dan doa yang konsisten memperkokoh iman jemaat.
Beberapa Kutipan Singkat yang Relevan
“Syukur aku kepada Allah” — pengakuan hubungan personal dengan Allah (Merujuk ke gaya doa Paulus yang penuh ucapan syukur). Kolaborasi pandangan para komentator klasik menegaskan bahwa puji-puji kepada Allah adalah respons alami dari iman yang hidup.
Beberapa Ayat Silang yang Relevan
- 2 Timotius 1:5: Paulus menyinggung kesinambungan iman melalui pewarisan dari ibu dan nenek. Penjelasan singkat menunjukkan bahwa warisan iman adalah sumber kekuatan bagi Timotius.
- Ibrani 11:4-5: contoh iman leluhur yang hidup melalui tindakan percaya, menguatkan gagasan tentang iman yang diwariskan dan doa yang konsisten.
- Efesus 3:14-19: doa yang mendalam untuk pertumbuhan kasih dan pemahaman rohani, relevan dengan nada syukur dan doa terus-menerus.
Refleksi Praktis
Untuk pembaca zaman ini, ayat ini menantang: bagaimana kita menunjukkan iman yang murni dalam ibadah kita, dan bagaimana kita menjaga doa kita tetap konsisten bagi sesama saudara seiman? Latihan praktisnya adalah menetapkan waktu berdoa rutin, mengingat janji-janji Allah, serta meneladani contoh iman keluarga atau komunitas kita yang membangun ketahanan rohani.
Penutup Ringkas
Ayat ini menegaskan harmoni antara syukur, ibadah yang murni, dan doa yang tekun. Dengan mengingat teladan leluhur iman, Paulus mengarahkan jemaat untuk hidup dalam kedekatan kepada Allah secara kontinu. Warisan iman menjadi sumber penguatan bagi karya dan doa bagi sesama.