Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Timotius 1:12 Tafsiran ayat Alkitab
2 Timotius 1:12 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka itulah sebabnya aku menderitakan segala perkara ini. Tetapi tiada juga aku malu, karena aku tahu kepada siapa yang sudah kupercayai, dan yakinlah aku bahwa Ia berkuasa akan memeliharakan petaruhanku hingga kepada Hari itu.
2 Timotius 1:12 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Timotius 1:12 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Timotius 1:8 (IDN) »
Sebab itu janganlah malu tentang hal mengaku Tuhan kita, dan jangan malu sebab aku yang terbelenggu karena Tuhan, melainkan hendaklah engkau bersama-sama merasai sengsara karena Injil menurut kuasa Allah,

2 Timotius 4:8 (IDN) »
pada akhirnya makota kebenaran telah tersedia bagiku yang akan dikaruniakan kepadaku pada Hari itu oleh Tuhan, yaitu hakim yang adil itu; dan bukan kepadaku sahaja, melainkan juga kepada sekalian orang yang telah sangat gemar akan kedatangan-Nya.

Yudas 1:24 (IDN) »
Maka bagi Dia yang berkuasa memeliharakan kamu daripada terserandung, serta mendirikan kamu dengan tiada bercela di hadapan kemuliaan-Nya, dengan sukacita yang amat sangat,
2 Timotius 1:12 (IDN) - Konteks, Makna, Tema
Dalam suratnya kepada Timotius, Rasul Paulus menegaskan komitmen iman yang tetap meskipun menghadapi penderitaan dan penganiayaan. Ayat ini muncul sebagai pernyataan keberanian Paulus di tengah penganiayaan terhadap jemaat dan dirinya sendiri. Ia menegaskan bahwa penderitaan yang dialami bukan karena kurangnya iman, melainkan bagian dari jalannya tugas, dan karena itu ia tidak malu. Yang menjadi sumber keberanian bukan kekuatan manusia, melainkan keyakinan kepada Allah yang berkuasa memelihara iman umat-Nya hingga Hari Tuhan.
Makna pokok
Ayat ini menegaskan dua hal utama: (1) komitmen Paulus untuk tetap setia meski menderita; (2) keyakinan bahwa Tuhan yang ia percayai mampu menjaga dasar iman dan pewarisannya hingga Hari pertemuan ulang dengan Kristus. Tekad ini lahir dari pengalaman pribadi akan kedaulatan Allah dan janji-Nya untuk menjaga umat-Nya.
Tema-tema utama
Cross-references (hubungan karangan Alkitab)
Penjelasan singkat: Ketiga referensi ini menegaskan bahwa Allah yang berinisiatif menjaga iman, dan umat-Nya dipanggil untuk percaya sambil menanggung penderitaan sebagai bagian dari iman yang hidup.
Refleksi praktis
Dalam kehidupan jemaat hari ini, ayat ini mengundang kita untuk menilai bagaimana kita menanggapi kesulitan. Apakah kita malu atau kehilangan semangat ketika ujian datang? Jika kita menaruh kepercayaan pada Kristus yang memelihara iman kita, kita dapat berjalan maju dengan keberanian, meskipun pintu-pintu dunia menutup di sekitar kita.
Akuatkan iman dengan teladan para pemimpin iman
Beberapa penafsir publik-domain menyoroti bagaimana Paulus menampilkan kombinasi kedewasaan rohani dan keberanian praktis. Dari pemahaman mereka, kita melihat bahwa iman yang sehat melahirkan ketekunan dan penghiburan bagi orang percaya yang mengikuti teladan Tuhan.
Quotable notes (ringkas): “Maka itulah sebabnya aku menderitakan segala perkara ini. Tetapi tiada juga aku malu, karena aku tahu kepada siapa yang sudah kupercayai” — pernyataan Henry, Barnes, Clarke menyoroti kepercayaan Paulus pada pemeliharaan Allah di tengah penderitaan. Catatan singkat ini tidak memuat kutipan teks penuh, melainkan menandai arah pemikiran para komentator publik-domain.
Ringkasan singkat
Ayat ini menegaskan: penderitaan bukan alasan untuk mundur; iman yang percaya kepada Allah yang berkuasa memelihara sampai Hari Kristus ialah inti hidup jemaat. Kisah Paulus mengundang kita untuk meneguhkan iman, menanggung beban dengan martabat, dan bersandar pada janji pemeliharaan ilahi hingga akhir zaman.