Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Timotius 1:15 Tafsiran ayat Alkitab
2 Timotius 1:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Engkau pun mengetahui hal ini bahwa segala orang yang di tanah Asia itu sudah berpaling daripadaku; di antara mereka itu Pigelus dan Hermogenes.
2 Timotius 1:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Timotius 1:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Timotius 4:16 (IDN) »
Pada masa jawabku yang pertama tiada seorang pun menyebelah aku, melainkan sekaliannya meninggalkan aku; janganlah kiranya hal itu tertanggung di atas mereka itu.

Kisah Para Rasul 19:10 (IDN) »
Demikianlah halnya selama dua tahun, sehingga segala orang yang diam di tanah Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi, baik orang Gerika.

Inti Tafsiran: Pengkhianatan di Asia dan Pelajaran Kesetiaan
Inti utama 2 Timotius 1:15 menyatakan bahwa bukan hanya Paulus sendiri yang menghadapi penolakan, tetapi juga bahwa banyak orang di Asia telah berpaling darinya. Dalam konteks surat peringatan kepada Timotius, ayat ini menyoroti dinamika keberanian iman menghadapi pengkhianatan dan kehilangan dukungan dari sesama orang percaya. Ayat ini mengingatkan pembaca untuk memahami realitas risiko layanan bagi Injil, sekaligus meneguhkan siasat menjaga iman meskipun keadaan berubah.
konteks sastra dan alur tulisan
Ayat ini berada dalam bagian penutup surat yang menyoroti kejatuhan beberapa sahabat dari kepercayaan. Secara literatur, pernyataan itu berfungsi sebagai pengakuan realistis tentang tantangan yang dihadapi pelayan firman ketika tidak semua orang menerima pesan kekristenan. Dalam pasal sebelumnya, Paulus menegaskan panggilan Timotius untuk tetap setia meski ada penolakan, sebagai contoh bagi gereja yang lebih luas.
Makna teologis yang relevan
Secara teologis, pernyataan ini menekankan kenyataan bahwa iman membangkitkan pilihan-pilihan manusia. Ada orang-orang yang tetap setia, dan ada pula yang berpaling. Hal ini sejalan dengan tema Alkitab mengenai pengkhianatan dan pengangguhan yang dihadapi oleh pelayanan Injil. Namun di balik kehilangan manusia, Allah tetap memegang kendali dan menyatakan dorongan untuk tetap setia, menggunakan contoh tentang Pigelus dan Hermogenes sebagai peringatan terhadap konsekuensi pilihan pribadi.
kaitan dengan seluruh Alkitab
Beberapa sketsa hubungan dengan bagian lain kitab suci:
pertanyaan untuk renungan
catatan historis singkat mengenai tokoh
Di antara nama Pigelus dan Hermogenes, sebagian tafsir melihat keduanya sebagai simbol, bukan hanya individu tertentu. Meskipun detail biografi kurang jelas dalam catatan kuno, fokus utama ayat ini adalah realitas pengkhianatan dan pilihan pribadi yang dihadapi gereja pada era tersebut.
kesimpulan singkat
Ayat ini mengingatkan bahwa pelayan firman tidak kebal terhadap pengkhianatan manusia. Namun bagi Timotius dan gereja pada umumnya, kunci tetap adalah iman, kesetiaan kepada panggilan ilahi, dan kepercayaan bahwa Allah memegang rencana-Nya meski ada pihak yang berpaling.
kutipan singkat dari tafsiran tokoh terdahulu
Adam Clarke menekankan bahwa kejadian ini mengakui kenyataan dunia yang berubah-ubah di mana orang menolak pemberitaan jalan hidup Kristus. (Kutipan pendek terkait tema kesetiaan dan pengkhianatan terdapat dalam karya Clarke, tanpa mengutip teks panjang.)
referensi silang
Kaitkan dengan:
Penafsir lain seperti Matthew Henry dan Albert Barnes menyoroti bahwa tidak semua yang dekat secara jasmani dengan pekerjaan Tuhan benar-benar memiliki hubungan yang tulus dengan Allah. Dalam hal ini, pembaca diajak melihat panggilan untuk tetap setia baik di saat dukungan manusia berkurang maupun ketika keadaan tampak surut.