Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Timotius 1:5 Tafsiran ayat Alkitab
2 Timotius 1:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
sambil teringat-ingat akan iman yang sungguh di dalam dirimu, yang mula-mula sudah diam di dalam hati nenekmu Lois dan ibumu Eunike itu, tetapi telah yakinlah aku bahwa di dalam engkau pun ada.
2 Timotius 1:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Timotius 1:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Timotius 1:5 (IDN) »
Maka tujuan amaran itu kasih yang terbit daripada hati yang jernih dan daripada perasaan yang baik dan daripada iman yang sungguh;

Kisah Para Rasul 16:1 (IDN) »
Maka sampailah ia pula ke Derbe dan ke Listera. Maka adalah di sana seorang murid namanya Timotius, anak seorang perempuan Yahudi yang beriman, tetapi bapanya orang Gerika.

1 Timotius 4:6 (IDN) »
Jikalau engkau ingatkan segala perkara itu kepada saudara-saudara kita, niscaya engkaulah akan menjadi hamba yang baik kepada Kristus Yesus, mahir di dalam pengajaran iman dan dengan segala pengajaran yang baik yang telah engkau turut dengan taatnya.
2 Timotius 1:5 - Imannya yang diwariskan
Rangkaian kata ini berada dalam surat Paulus kepada Timotius, saat ia meneguhkan panggilan iman yang telah diteguhkan dalam keluarganya. Paulus mengingatkan Timotius akan warisan iman yang tulus, yang pertama kali ada dalam hati neneknya Lois dan ibunya Eunike, lalu kini hidup juga dalam dirinya. Di balik kata-kata ini tersirat keyakinan bahwa iman sejati bukan sekadar keputusan pribadi, melainkan pewarisan rohani yang diberkati turun-temurun.
Iman yang sungguh dan pewarisan rohani
Penekanan pada frasa iman yang sungguh menunjukkan keaslian dan kestabilan iman. Iman seperti ini tidak sekadar pengetahuan tentang Tuhan, melainkan percaya kepada Tuhan dengan pengakuan penuh, ketaatan, dan ketetapan hati. Keteladanan Lois dan Eunike menegaskan bahwa iman bukan hanya soal individu, melainkan lingkungan keluarga yang membentuk karakter rohani.
Penjelasan kata kunci
Kaitkan dengan Allah, iman, dan panggilan
Ayat ini menegaskan bahwa Allah bekerja melalui pewarisan iman untuk mempersiapkan pemimpin-pemimpin gereja. Iman yang hidup dalam keluarga dapat menjadi fondasi bagi panggilan pelayanan, seperti yang terjadi pada Timotius. Allah menghargai kesetiaan generasi, dan-Nya memastikan bahwa iman tidak berhenti pada satu individu, melainkan berkelana melalui generasi.
Rujukan silang yang relevan
Aplikasi praktis untuk masa kini
Gagasan para komentator klasik (singkat)
Para penafsir klasik menekankan bahwa kesetiaan ibu dan nenek Timotius adalah contoh nyata bagaimana iman dapat diwariskan secara terjadi di rumah tangga. Mereka melihat dorongan kasih Tuhan yang memelihara pewarisan iman melalui hubungan keluarga, sehingga Timotius siap dipakai dalam pelayanan gereja. Catatan singkat dari karya para komentator publik domain:
“Iman yang telah lama diam dalam hati … telah yakinlah aku bahwa di dalam engkau pun ada.”
Catatan: kutipan persis dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke tidak disertakan dalam bentuk kutipan panjang karena fokusnya pada pemahaman konteks dan makna teks, namun nuansa kepercayaan pewarisan rohani tetap dipakai sebagai kerangka reflektif.
Ringkasnya, 2 Timotius 1:5 menempatkan iman sebagai warisan rohani yang hidup, ditanam melalui keluarga percaya, dan bekerja di dalam diri Timotius untuk mempersiapkan pelayanan yang setia kepada Tuhan. Biarlah kita menilai diri sendiri: bagaimana kita menjaga dan mewariskan iman yang sungguh kepada generasi berikutnya?