Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Timotius 4:14 Tafsiran ayat Alkitab
1 Timotius 4:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Jangan engkau melalaikan karunia di dalammu itu, yang telah dikaruniakan kepadamu oleh nubuat tatkala tangan ketua-ketua itu dihantarkan atasmu.
1 Timotius 4:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Timotius 4:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Timotius 1:6 (IDN) »
Maka itulah sebabnya aku mengingatkan engkau supaya engkau membangkitkan karunia Allah yang di dalam dirimu dengan hal tanganku sudah terhantar atasmu itu.

1 Timotius 1:18 (IDN) »
Inilah pesan yang aku pertaruhkan kepadamu, hai anakku Timotius, menurut seperti segala nubuat dari halmu yang dahulu itu, supaya dengan nubuat itu engkau berlawan dengan sungguh-sungguh,

Kisah Para Rasul 6:6 (IDN) »
Maka sekalian orang itu dibawanya menghadap rasul-rasul; lalu rasul itu pun berdoa, dan meletakkan tangannya ke atas mereka itu.
Makna utama 1 Timotius 4:14
Jangan engkau melalaikan karunia yang ada dalam dirimu, yaitu karunia yang diberikan kepadamu melalui nubuat, ketika tangan-tangan para penatua atau pemimpin jemaat dihantarkan atasmu.
Latar belakang konteks
Surat 1 Timotius ditujukan kepada Timotius, pemimpin jemaat di Efesus, untuk membimbingnya dalam menjaga ajaran yang sehat dan mengarahkan pelayanan jemaat. Ayat ini menonjolkan pentingnya mengakui dan menggunakan karunia rohani yang diberikan melalui proses nubuat dan penumpangan tangan oleh para penatua. Dalam budaya gereja saat itu, nubuat sering kali menjadi penegasan ilahi mengenai panggilan dan peran seseorang dalam pelayana, dan penumpangan tangan menandai penetapan formal untuk tugas pelayanan.
Observasi interpretatif
Inti teologis singkat
Karunia rohani bukan sekadar hadiah pribadi melainkan fasilitas surgawi untuk pekerjaan gereja. Pemeliharaan karunia melalui nubuat dan penumpangan tangan menegaskan tanggung jawab praktis: mengajar, melayani, dan membangun jemaat dengan benar.
Tema inti dalam satu pandangan
Hubungan silang yang relevan
Rujukan terkait untuk mempertajam pemahaman:
Penjelasan singkat: Ayat-ayat penyangga ini menekankan bahwa karunia tidak berhenti pada pemberian awal; ia perlu dihidupkan melalui pembelajaran, pelayanan, dan pembaruan iman dalam komunitas percaya.
Potongan praktis yang relevan
Ringkasan editorial dengan nuansa Tafsiran Alkitab
Komentar klasik menekankan bahwa karunia rohani adalah pemberian ilahi yang ditujukan untuk pelayanan jemaat, bukan untuk kepemilikan pribadi. Matthew Henry menyoroti pentingnya menjaga kasih karunia melalui disiplin rohani dan ketaatan kepada Tuhan. Albert Barnes menekankan bahwa nubuat dan penumpangan tangan adalah tanda otoritas dan pengesahan panggilan, bukan sekadar simbol. Adam Clarke menambahkan bahwa pemeliharaan karunia membutuhkan kondisi gereja yang sehat, di mana pengakuan dan penuntun rohani berjalan seiring. Ringkasnya, Timotius didorong untuk tidak mengabaikan karunia yang telah diamanahkan, agar pelayanannya tetap efektif dan sesuai dengan tujuan edar gereja.
Kutipan pendek dari sumber berbudaya publik domain
“Let none despise thy youth; but be thou an example of the believers” (ringkas dalam konteks peneguhan karunia dan contoh hidup). Catatan: Kutipan langsung lengkap dari komentator klasik tidak disertakan di sini karena fokusnya pada konteks ayat dan makna secara keseluruhan; pernyataan umum mengangkat prinsip penguatan karunia melalui evaluasi dan contoh hidup.