Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Timotius 4:4 Tafsiran ayat Alkitab
1 Timotius 4:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena sekalian yang dijadikan Allah itu baik, dan satu pun tiada patut terbuang, jikalau ia itu diterima dengan syukur,
1 Timotius 4:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Timotius 4:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 14:14 (IDN) »
Maka aku tahu dan yakin di dalam Tuhan Yesus, bahwa suatu pun tiada yang najis sendiri, melainkan kepada orang yang menyangkakan apa-apa najis, maka kepadanyalah najis.

Roma 14:20 (IDN) »
Janganlah merusakkan perbuatan Allah oleh sebab makanan. Segala makanan itu memang suci, tetapi salahnya bagi orang yang makan itu dengan syak.

1 Korintus 10:25 (IDN) »
Maka barang sesuatu yang terjual di pasar daging, makanlah dengan tiada memeriksai sebab perasaan hati,
Apa Makna 1 Timotius 4:4 dalam Konteks Sejarah dan Iman
Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang dijadikan oleh Allah itu baik, dan tidak ada yang patut dibuang jika diterima dengan syukur. Pernyataan ini menyingkap tema penting tentang pandangan alkitabiah terhadap ciptaan Allah, penerimaan dalam ibadah, serta syukur sebagai sikap hati yang tepat di hadapan Tuhan. Dalam konteks pastoral dan teologi persekutuan gereja pada masa Paus, surat 1 Timotius menekankan pengelolaan jemaat, ajaran yang sehat, serta praktik berbuat baik. Ayat ini menegaskan bahwa makanan, keadaan hidup, maupun kekurangan atau kelimpahan bisa dipakai Allah untuk tujuan yang baik bagi umat-Nya, asalkan diterima dengan syukur.
Konteks Asli dan Maksud Paulus
Pada bagian awal surat ini, Paulus mengarahkan Timotius sebagai pemimpin jemaat Efesus untuk menyingkirkan ajaran sesat dan memelihara ajaran yang murni. Ayat 4 muncul dalam bagian refleksi tentang makanan dan arti penerimaan. Secara umum, Paulus menekankan bahwa segala ciptaan Allah adalah baik, dan masalah utama bukan pada benda itu sendiri melainkan bagaimana manusia meresponsnya dengan syukur dan iman. Prinsip ini menantang sikap legalistik yang hanya menilai makanan atau hal-hal lahiriah sebagai tidak suci, serta mengajak jemaat untuk melihat berkat Tuhan dalam segala keadaan.
Pesan Pokok
Integrasi Tema Alkitabiah
Ayat ini beriringan dengan tema syukur dalam surat-surat Pia yang menekankan syukur sebagai ciri hidup yang telah diselamatkan. Dalam kerangka teologi perburuan ajaran sesat, fokus pada penerimaan dengan syukur menguatkan integritas hidup rohani: bukan sekadar ketaatan ritual, melainkan respons syukur terhadap kasih Tuhan dalam setiap keadaan.
Beberapa Ayat Silang yang Relevan
Berikut beberapa rujukan lintas yang memperkaya pemahaman tanpa menyalin teks penuh ayatnya:
Refleksi Devosional Singkat
Ketika kita melihat sesuatu yang tampaknya biasa—makanan, benda, atau keadaan—ayat ini mengingatkan kita bahwa Tuhan menyertai kita dalam segala hal. Bukan pada nilai materi semata, tetapi pada sikap hati. Syukur mengubah persepsi: hal-hal yang awalnya tampak netral menjadi sarana anugerah Allah untuk membentuk iman, menguatkan bersyukur, dan meneguhkan kepercayaan bahwa Allah bekerja melalui segala sesuatu untuk kebaikan bagi mereka yang mengenal-Nya.
Catatan Referensi Kecil
Pencantuman kutipan singkat dari tokoh-tokoh teologi publik domain yang relevan di bagian rujukan telah dilakukan jika ada. Dalam karya-karya klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, pendekatan mereka menekankan penerimaan syukur atas ciptaan Allah dan penekanan hidung terhadap iman yang hidup. Contoh wawasan ringkas: Henry menyoroti pentingnya syukur sebagai kunci kebahagiaan rohani; Barnes menekankan prinsip bahwa segala ciptaan Allah termasuk halal untuk diterima dalam syukur; Clarke menegaskan bahwa tidak ada ciptaan yang secara universal tidak baik ketika dipakai dalam iman yang benar. Kutipan langsung akan disertakan jika tersedia dalam teks asli publik domain.
Panduan Penerapan bagi Jemaat