Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36



Makna Inti ayat
Ayat 2 Tawarikh 14:4 menegaskan bahwa Raja Asa memerintahkan seluruh bangsa Yehuda untuk mencari Tuhan, Allah nenek moyang mereka, dan menaati hukum-Nya. Pesannya sederhana: pemulihan rohani dimulai dengan ketetapan jemaat untuk kembali kepada Sang Pemberi Perjanjian melalui ketaatan pada regulasi ilahi.
Latar belakang konteks
Dalam pasal ini, Asa memerintah kerajaan Yehuda setelah periode kekacauan yang disebabkan oleh penyembahan berhala. Perubahan besar terjadi ketika raja berbalik kepada Tuhan dan mendorong umatnya untuk menaruh fokus pada perjanjian Allah. Mengambil bagian dalam “mencari Tuhan” berarti menaruh iman, doa, puasa, dan penyesuaian hidup berdasarkan firman Allah, termasuk hukum-Nya yang tertulis.
Pengamatan penafsiran
Beberapa pelajaran kunci muncul di sini:
Kaitan tema dan ayat silang
Beberapa ayat silang yang relevan secara tema:
Penjelasan singkat: semua rujukan menekankan bahwa kembali kepada Tuhan berimplikasi pada kedekatan dengan firman-Nya dan tindakan moralis yang konsisten.
Arah praktis yang ringkas
Refleksi tokoh komentar (ringkas)
Tafsiran historis-rokhin menekankan bahwa tindakan Asa adalah contoh pemulihan nasional melalui pembentuk budaya rohani: penundukan diri kepada Tuhan melalui ketaatan pada hukum-Nya. Ringkasan pandangan para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyoroti prinsip bahwa perubahan besar menuntut komitmen kolektif terhadap firman Allah dan moralitas.
Inti dari perikop ini adalah ajakan untuk kembali kepada sumber otoritas ilahi dan menjalankan ketetapan-Nya secara nyata dalam kehidupan komunitas Israel pada masa itu, sebagai pola bagi iman yang hidup hingga kini.