Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36



2 Tawarikh 14:11 (IDN) – Ketahatan kepada Doa dan Ketergantungan pada Tuhan
Ringkasan pembaca: Kisah pasal 14 menceritakan Asa, raja Yehuda, menghadapi ancaman tentara Etiopia. Dalam keadaan genting, Asa mengarahkan umat untuk berdoa kepada Allah, mengakui kekuatan manusia yang rapuh, dan bersandar pada kuasa Nama Tuhan. Ayat ini menegaskan pola iman yang sehat: doa sebagai respons utama, kemitraan antara iman pribadi dan umat, serta kepercayaan pada Tuhan sebagai pembela terakhir.
Ayat dalam konteks pasal
Ayat ini muncul saat Asa memimpin Yehuda menghadapi pasukan besar. Alasan utama kejernihan panggilan doa adalah kesadaran bahwa tidak ada bedanya antara menolong yang kuat maupun yang lemah jika Allah memihak. Ia menegaskan bagaimana umat bersandar pada Tuhan dan memandang Nama-Nya sebagai perlindungan dan sumber kemenangan. Ayat ini menegaskan pola doa yang lahir dari iman yang hidup: memohon, mengakui ketidakberdayaan, dan mengandalkan Tuhan secara penuh.
Pesan teologis utama
Pembacaan dari tokoh-tokoh teologi lama
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa doa Asa bukan hanya latihan religius, melainkan ekspresi iman yang hidup. Mereka menyoroti bahwa Asa menyadari bahwa Tuhan membedakan antara kekuatan manusia dan kekuatan-Nya. Mereka juga menekankan bahwa kepedulian umat untuk berdoa menunjukkan kedekatan hubungan dengan Allah, bukan sekadar ritual.
Cuplikan pendek dari pemikiran mereka (sekalipun tidak persis teks lengkap) menunjukkan garis besar: doa sebagai jalan utama menghadapi ancaman, serta penekanan bahwa Allah adalah perlindungan utama bagi umat yang bersandar pada-Nya. Pengantar ini membantu pembaca memahami bahwa Ayat 11 adalah contoh praktis doa yang lahir dari iman yang teguh.
Ayat terkait untuk melihat pola sejenis
Terkait, kita melihat pola serupa di tempat lain: doa umat saat ancaman terjadi dan Tuhan menolong karena umat bersandar pada-Nya. Misalnya, doa mujur yang memohon perlindungan Allah ketika menghadapi musuh besar, menunjukkan bahwa iman disertai usia-usia tindakan; umat berdoa, percaya, dan berjuang dengan tuntunan ilahi. Cross-reference membantu menempatkan ayat ini dalam bingkai kepercayaan yang konsisten di Perjanjian Lama.
Cross-references singkat:
Penerapan praktis
Ada beberapa pelajaran bagi pembaca masa kini:
Penutup dan rangkuman
2 Tawarikh 14:11 menegaskan bahwa dalam menghadapi bahaya, langkah pertama umat adalah doa kepada Tuhan, menyadari bahwa tidak ada bedanya antara kekuatan manusia dan kelemahan manusia jika Tuhan tidak berperan. Asa menampilkan pola iman: berdoa, merendahkan diri di hadapan Allah, dan bersandar pada nama-Nya untuk pertolongan. Doa ini bukan tanda kepasrahan pasif, melainkan tindakan percaya yang menyertai langkah-langkah praktis untuk mengusir ancaman dengan bimbingan ilahi.