Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Tawarikh 1 2 Tawarikh 2 2 Tawarikh 3 2 Tawarikh 4 2 Tawarikh 5 2 Tawarikh 6 2 Tawarikh 7 2 Tawarikh 8 2 Tawarikh 9 2 Tawarikh 10 2 Tawarikh 11 2 Tawarikh 12 2 Tawarikh 13 2 Tawarikh 14 2 Tawarikh 15 2 Tawarikh 16 2 Tawarikh 17 2 Tawarikh 18 2 Tawarikh 19 2 Tawarikh 20 2 Tawarikh 21 2 Tawarikh 22 2 Tawarikh 23 2 Tawarikh 24 2 Tawarikh 25 2 Tawarikh 26 2 Tawarikh 27 2 Tawarikh 28 2 Tawarikh 29 2 Tawarikh 30 2 Tawarikh 31 2 Tawarikh 32 2 Tawarikh 33 2 Tawarikh 34 2 Tawarikh 35 2 Tawarikh 36


Mengapa ayat ini penting
Aya 14:10 menggambarkan kepercayaan dan strategi seorang raja yang sedang menghadapi ancaman musuh. Asa menghadapi kelanjutan ancaman dari bani Zerah bin Kusha, dan rencana perang dipetakan di lembah Zefata dekat Maresa. Ayat ini menyoroti bagaimana iman yang praktis dan tindakan yang terorganisir berjalan seiring dalam menghadapi bahaya, serta bagaimana Allah memerhatikan langkah-langkah umat-Nya yang setia.
konteks asal dan makna utama
Dalam kitab 2 Tawarikh, bagian ini berada pada periode Asa, raja Yehuda yang berkuasa setelah Yotam. Asa dikenal sebagai pemimpin yang memulihkan ibadah kepada Allah dan memperbaiki situasi negara melalui reformasi keagamaan serta pembenahan militer. Ketika musuh datang dari kelompok Zerah yang menentang, Asa dan tentara Yehuda tidak menyerah pada ketakutan, melainkan mengatur ikatan perang secara cermat di lokasi strategis—lembah Zefata dekat Maresa. Inti pesannya adalah kesiapan militer yang disertai iman kepada Allah: rencana manusia dan pertolongan ilahi saling melengkapi.
pesan utama dan tema alkitabiah
tema kitab lain yang sejalan
Beberapa tema serupa terlihat dalam kisah Raja Hizkia yang juga menekankan doa, pembacaan ulang janji Allah, dan kepercayaan pada perlindungan ilahi saat menghadapi serangan bangsa asing.
cross-references
Berikut beberapa rujukan yang relevan tanpa mengutip teks panjang:
Penjelasan singkat: ayat-ayat ini menegaskan bahwa strategi manusia perlu didampingi keyakinan bahwa Tuhan memimpin langkah-langkah umat-Nya.
catatan penterjemahan dan kutipan para komentator klasik
Komentar klasik yang relevan menekankan tindakan Asa sebagai contoh kehati-hatian militer yang bertumpu pada iman. Kutipan singkat dari para komentator publik domain yang relevan (jika ada) akan disisipkan secara selektif tanpa mengubah makna teks asli.
refleksi devosi
Ketika kita menghadapi ancaman atau tantangan, kita diajarkan untuk tidak hanya mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi juga berdoa dan mencari petunjuk ilahi. Perhatikan bagaimana Asa menyeimbangkan perencanaan dengan ketergantungan pada Tuhan. Doa kita bisa menjadi bagian integral dari strategi kita, mengarahkan langkah-langkah kita ke arah hikmat-Nya.