Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 5:12 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 5:12 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
yang mengatakan dengan suara besar, "Berlayak Anak domba yang tersembelih itu menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji."
Wahyu 5:12 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 5:12 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 5:9 (IDN) »
Maka menyanyilah mereka itu suatu nyanyian yang baharu, bunyinya, "Berlayaklah Engkau mengambil kitab itu dan membuka meterainya; karena Engkau sudah tersembelih, lalu dengan darah-Mu Engkau menebus (orang) bagi Allah daripada tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa,

Wahyu 19:1 (IDN) »
Kemudian daripada itu aku dengar bunyi seperti suatu suara besar orang ramai di surga berkata, "Halleluyah! Bagi Allah Tuhan kitalah segala keselamatan, dan kemuliaan, dan kuasa,

Wahyu 4:11 (IDN) »
"Ya Allah, Tuhan kami, berlayaklah Engkau memegang kemuliaan dan kehormatan dan kuasa; karena Engkaulah yang menjadikan segala sesuatu, dan dengan kehendak-Mu juga sekaliannya itu ada dan sudah dijadikan."
Mengapa Wahyu 5:12 penting
Context asli
Pesan pokok
Pesan utama ayat ini adalah legitimasi mutlak bagi Kristus sebagai pemegang otoritas penuh: berlayak menerima kuasa, kekayaan, hikmat, kekuatan, hormat, kemuliaan, dan puji. Semua atribut ini menegaskan bahwa penebusan-Nya bukan sekadar tindakan historis, melainkan realitas teologis yang mengubah tatanan kosmik dan eksistensi umat percaya. Respons umat Allah adalah pemujian yang hidup dan dinyatakan dalam pengakuan terang tentang identitas-Nya.
Tema teman sejalan dalam Alkitab
Cross-references yang relevan
- Efesus 1:7: melalui darah Kristus kita dibebaskan dan diberkati dengan hikmat serta pengetahuan rohani. Penekanan kekayaan kasih karunia Allah sejalan dengan puji atas kemuliaan-Nya.
- Kisah Para Rasul 10:36-38: karya Kristus dalam memberitakan damai dengan Allah menegaskan kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya yang terbuka bagi semua bangsa.
- Filipi 2:9-11: pengakuan bahwa nama-Nya di atas segala nama memperlihatkan kekuatan dan kemuliaan-Nya yang memicu puji seluruh ciptaan.
Refleksi devosional singkat
Ketika kita membaca kata-kata ini, kita diingatkan bahwa penyembahan sejati tidak hanya berangkat dari pengalaman pribadi, tetapi berasal dari pengakuan yang benar tentang identitas Kristus. Ia Yang telah menebus, berkuasa atas segala sesuatu, dan layak menerima hormat serta kemuliaan. Mari kita menata hidup dalam persekutuan pujian, hidup berpegang pada hikmat-Nya, dan mempercayai pemeliharaan-Nya dalam setiap keadaan.
Catatan editorial singkat
Beberapa pakar berpendapat bahwa puji-pujian dalam Wahyu menyoroti puncak pengakuan kemuliaan Kristus dalam konteks peperangan rohani dan penetapan kerajaan Allah. Kutipan singkat yang relevan dari komentator para bapak gereja publik domain (Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke) yang dapat dipakai secara ringkas: Henry menekankan kemuliaan Kristus sebagai pusat keselamatan; Barnes menekankan legitimasi-Nya atas kekuasaan melalui karya penebusan; Clarke menekankan bahwa "Anak Domba yang tersembelih" adalah pusat semua puji karena darah-Nya menebus umat. Kutipan langsung tidak disertakan secara penuh di sini untuk menjaga keaslian ringkasan, namun catatan ini menandai sumber-sumber klasik tersebut sebagai landasan pemahaman.