Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 5:5 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 5:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka ada seorang dari antara segala ketua-ketua itu berkata kepadaku, "Janganlah menangis; tengoklah, Singa yang daripada suku bangsa Yehuda, yaitu Akar Daud itu, sudah beroleh kemenangan sehingga membuka kitab dan ketujuh meterainya itu."
Wahyu 5:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 5:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 23:5 (IDN) »
Bahwasanya hari akan datang, demikianlah firman Tuhan, apabila Aku menumbuhkan bagi Daud suatu Pucuk, yang adil, maka ia itu akan kerajaan seperti Raja dan iapun akan selamat sentosa dan lagi berbuat insaf dan adalat di atas bumi.

Yesaya 11:1 (IDN) »
Karena dari pada batang Isai yang tunggul itu akan terbit suatu pucuk dan suatu taruk dari pada akarnya akan berbuah.

Roma 15:12 (IDN) »
Dan sabda Yesaya pula: Bahwa akar Isai itu akan terbit kelak, dan Ialah yang bangkit akan memerintahkan segala orang kafir; maka kepada-Nyalah orang kafir itu berharap.
Mengapa Wahyu 5:5 penting
Konteks asli
.Lukisan dalam kitab Wahyu 4–5 menggambarkan sidang surgawi di mana Allah memegang kitab yang tersegel. Ketika tidak ada makhluk di sorga atau di bumi yang layak membukanya, Yohanes menangis karena tidak ada yang mampu membuka meterai itu. Lalu seorang penolong muncul: Singa dari Yehuda—gambar kekuatan dan identitas Mesias—tetapi yang muncul adalah Salam manusia: Akar Daud, yang juga mengandung nuansa keintiman dan kepemilikan Ilahi. Ungkapan “Akar Daud” menyinggung garis keturunan kerajaan Daud yang menjanjikan keselamatan. Dalam konteks Yohanes, penekanan pada “menang” menunjukkan bahwa karya penebusan Kristus tidak sekadar kemenangan militer, melainkan kemenangan atas kekuasaan dosa, iblis, dan kematian melalui penebusan-Nya.
Pesan utama ayat ini
.Kristus telah menang secara total untuk membuka kitab yang tersegel dan memulai wahyu keselamatan yang telah direncanakan Allah. Kemampuan-Nya untuk membuka meterai menunjukkan otoritas ilahi-Nya: Dialah Pengantara dan Penuntun umat-Nya menuju penggenapan janji Allah. Frasa “Singa … yaitu Akar Daud” menegaskan bahwa identitas-Nya adalah pemenuhan nubuat dan pemenuhan semua harapan umat Israel, kini diberi penyataan nyata dalam karya-Nya di kayu salib dan kebangkitan.
Topik teologis yang relevan
Cross-references singkat
Beberapa ayat terkait yang memperkaya makna Wahyu 5:5 antara lain:
Refleksi devosional singkat
.Saat kita membaca Wahyu 5:5, kita diajak melihat bahwa kemenangan sejati bukanlah kekuatan yang menghegemasi, melainkan pengorbanan kasih yang membuka pintu-pintu berkat bagi umat-Nya. Dalam keadaan genting, Allah mempersiapkan sang Penyelamat yang berkuasa, namun rendah hati. Mari kita menempatkan iman kita pada Kristus yang sanggup membuka rahasia masa depan dan menjalankan rencana-Nya di dalam hidup kita hari ini, dengan keyakinan bahwa Dia telah beroleh kemenangan untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan.
Quotable notes from classical commentators: Beberapa rujukan klasik menyoroti bahwa Kristus sebagai “Singha” juga menimbulkan nuansa keutuhan Allah serta otoritas-Nya atas penebusan. Dalam karya mereka, garis haluan inti adalah bahwa kemenangan-Nya adalah pembuka pintu penggenapan janji Allah bagi umat-Nya.