Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 20:6 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 20:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Berbahagialah dan kuduslah orang, yang masuk bahagian di dalam kebangkitan yang pertama itu; maka mati yang kedua tiada berkuasa atas mereka itu, melainkan mereka itu menjadi imam kepada Allah dan kepada Kristus, dan akan memerintah beserta dengan Dia seribu tahun lamanya.
Wahyu 20:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 20:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 2:11 (IDN) »
Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar kata Roh itu kepada segala sidang jemaat. Maka orang yang menang, sekali-kali tiada akan terkena bahaya maut yang kedua itu."

Wahyu 1:6 (IDN) »
dan yang menjadikan kita suatu kerajaan dan imam-imam bagi hadirat Bapa-Nya yaitu Allah; bagi-Nyalah kemuliaan dan kuasa selama-lamanya. Amin.

Wahyu 20:14 (IDN) »
Maka maut dan alam maut itu pun dicampakkanlah ke dalam laut api itu; inilah mati yang kedua, yaitu laut api.
Wahyu 20:6 dalam Konteks Kitab Wahyu
Ayat ini berada dalam bagian Wahyu yang menggambarkan masa depan sesudah pengadilan besar dan seruan melawan kejahatan akhir zaman. Pengikut Kristus yang setia dipastikan memperoleh kebahagiaan dan kekudusan karena bagian pertama kebangkitan. Ayat ini menegaskan bahwa mereka yang tidak mengalami kebangkitan kedua berbahaya bagi kebinasaan bagi dunia, melainkan diangkat menjadi imam bagi Allah dan Kristus, memerintah bersama Dia selama seribu tahun.
Makna sentral
Kalimat pembuka menyatakan kebahagiaan dan kekudusan bagi mereka yang “masuk bahagian di dalam kebangkitan yang pertama.” Ini menekankan dua hal: pemulihan kemuliaan di masa depan dan kesejatian status rohani sebagai milik Allah. Frasa “kebangkitan yang pertama” sering dipahami sebagai kebangkitan bagi orang percaya yang berpartisipasi dalam penggenapan janji sorga, berbeda dengan “kebangkitan kedua” yang menjadi kebangkitan orang-orang fasik pada akhir zaman. Ketika dikatakan “mati yang kedua tiada berkuasa atas mereka,” maksudnya adalah kekalahan kekuasaan maut atas para pemenang iman. Mereka tidak hanya diselamatkan, tetapi juga diangkat sebagai imam bagi Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah bersama-Ku selama seribu tahun.
Tema utama
Rujukan silang yang relevan
Refleksi praktis
Ayat ini mengingatkan kita bahwa iman kita memiliki dimensi kedudukan rohani di hadapan Allah. Hidup hari ini tidak sekadar menjalani rutinitas, melainkan menyiapkan diri untuk pelayanan kekal di hadirat-Nya. Kebangkitan pertama mengundang iman yang teguh, ketekunan dalam berita Injil, dan hidup yang berpenuntun doa serta ibadah. Dalam konteks sekolah iman, kita didorong untuk menjalani kehidupan yang suci, menghindari kompromi dengan dosa, dan membangun karakter yang mencerminkan imam-imam umat Allah.
Penutupan ringkas
Ayah-Wahyu 20:6 menegaskan garis besar keselamatan: kebahagiaan bagi mereka yang percaya, kekudusan karena hubungan dengan Allah, dan peran istimewa sebagai imam yang memerintah bersama Kristus. Ini adalah gambaran harapan yang mendorong iman, ketekunan, dan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari.
Gagasan para komentator terdahulu
Ringkasan pandangan para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyoroti: Henry menekankan kebahagiaan kebangkitan pertama sebagai sebutan bagi pemeliharaan hubungan dengan Tuhan; Barnes menyoroti kemenangan atas kematian dan peran imam dalam pemerintahan Kerajaan Allah; Clarke menekankan pengertian kebangkitan pertama sebagai bagian dari keselamatan kekal. Perhatikan fokus umum bahwa iman menuju hubungan peribadi dengan Allah, bukan sekadar janji duniawi.
Catatan singkat: ungkapan-ungkapan ini mengarahkan pembaca pada kehidupan beriman yang berfokus pada kemuliaan kekal, tata ibadah yang tepat, dan partisipasi dalam pemerintahan Kerajaan Allah melalui Kristus.